Pizza Tempe Lebih Merakyat

PIZZA dikenal sebagai makanan khas asal Italia, namun sudah menyebar ke berbagai belahan dunia. Terutama yang masih khas Italia menggunakan daging sebagai bahan utama, sehingga dibanderol mahal ataupun terbatas pada kalangan menengah keatas. Kini pizza berkembang dengan berbagai kreasi seperti dengan bahan makanan Indonesai, tempe, atau biasa disebut pizza tempe.

Keunggulan pizza tempe yakni bahan baku lebih murah, sehingga saat dijualbelikan harga terjangkau atau merakyat. Tak kalah penting, proses pembuatannya tak sulit dan bergizi tinggi karena kandungan protein pada tempe.

Hal ini diakui pula oleh Muryanti asal Perumahan Sidoarum Godean Sleman yang mempunyai usaha pembuatan pizza tempe serta beberapa jenis makanan ringan lain seperti lemper, kacang telur dan agar-agar. Terutama pizza tempe dan lemper dibuat rutin setiap hari, karena dititipkan di sejumlah warung maupun lokasi kuliner. Harga pizza tempe di konsumen rata-rata Rp 2.000 perpotong.

“Untuk membuat pizza tempe, awalnya bisa mengolah dahulu tempenya yang sudah diiris-iris seperti membuat sambal tempe kering,” papar Muryanti kepada Merapi, baru-baru ini.

Bumbu-bumbu untuk mengolah tempe antara lain ada bawang putih, bawang bombay dan tomat sudah diambil isinya lalu diiris-iris. Bahan ini digoreng dengan sedikit sampai harum, setelah itu tempe yang sudah diiris-iris tadi dicampurkan serta dimasak sampai matang dan ditiriskan.

Selanjutnya membuat adonan tepung terigu yang dimixer (diuleni) dengan air yang sudah diberi ragi instan, gula, telur, serta susu bubuk. Adonan ini dibiarkan dahulu sekitar satu jam dan ditutup dengan kain basah agar mudah mengembang. Lalu untuk memasaknya menggunakan teflon yang telah diolesi mentega. Bagian atas dari adonan tepung tersebut diberi olahan tempe, bisa pula ditambah irisan sosis daging sapi.

“Kalau ada konsumen yang memesan tanpa sosis, maupun dibuat pedas yaitu bumbunya dicampur cabe, kami siap juga membuatkannya. Alhamdulillah, sebagian warga sekitar sini rutin memesan di tempat kami untuk suguhan berbagai acara, termasuk lemper isi daging ayamnya,” jelas ibu dari dua anak dan empat cucu ini.

Adapun untuk membuat makanan tradisional jenis lemper daging ayam, ia menggunakan beras ketan kualitas bagus. Beras ini setelah dicuci bersih lalu dimasak dengan dikukus sampai setengah matang lalu diberi santan kental dan dikukus lagi sampai matang. Selanjutnya diangkat, dibuat bulatan-bulatan diisi olahan daging ayam yang sudah dilembutkan dan dibentuk lonjong dan segera bungkus daun pisang kluthuk. Selanjutnya dikukus lagi. Penggunaan beras ketang kualitas bagus, ditambah santan dan dibungkus daun kluthuk termasuk tips penting agar cita rasa makanan ini berkualitas.

“Lemper biasanya bertahan sekitar dua hari, kalau dua hari belum habis dibakar akan mempunyai aroma dan rasa yang khas,” ucap Muryanti. (Yan)

Read previous post:
Menikmati Kopi dalam Nuansa Kastil

TRADISI minum kopi dewasa ini seolah tak cukup dengan hanya menikmati cita rasanya saja. Tempat-tempat unik yang digunakan untuk ngopi

Close