Nikmati Masakan Jadul Bersuasana Aksesoris Tambir

Tambir aneka ukuran bisa menjadi asesoris menarik di lokasi kuliner. (MERAPI-SULISTYANTO)

PERSAINGAN usaha kuliner cukup ketat, sehingga sebagian pengelola kuliner mempunyai beberapa kiat agar bisa tampil beda. Selain soal jenis masakan dan minuman yang disediakan, bisa juga  aksesoris di lokasi kuliner dan beberapa pendukung lainnya.

Seperti saat datang ke lokasi kuliner berlabel Tempat Makan Tambir di kawasan Jalan Retno Dumilah Pilahan Yogya, aneka jenis makan yang disediakan secara prasmanan adalah makanan khas Jawa jaman dulu (jadul). Jenisnya antara lain wujud lodeh, sayur asem, bening sampai oseng-oseng. Sedangkan bahan sayurnya seperti lompong, kembang pisang (jantung), kluwih, terung, daun kelor, pare dan nangka muda.

“Agar cita rasa masakan khas di sini benar-benar jadul, kami mempunyai juru masak dua ibu-ibu sudah berumur di atas 60 tahun. Semua sudah piawai memasak aneka masakan tempo dulu,” ungkap pengelola Tempat Makan Tambir, Bety Beatris kepada Merapi, baru-baru ini.

Selain tersedia aneka masakan jadul, pihaknya juga memasang banyak tambir dengan ukuran diameter bervariasi. Mayoritas ditempel pada dinding, namun ada juga yang digantung. Tak ketinggalan di bagian depan juga dipajang lesung (jaman dulu biasa dipakai untuk menumbuk padi). Tak ketinggalan kendhi-kendhi yang ada isinya air minum putih dan setiap konsumen boleh meminum air di kendhi tanpa ditarik biaya alias gratis.

“Benda-benda tempo dulu seperti itu ternyata malah bisa menjadi daya tarik tersendiri, bahkan dapat dijadikan spot foto atau latar belakang swa-foto,” jelas Betty.

Khususnya tambir, lanjutnya, mempunyai kegunaan multi fungsi. Benda terbuat dari anyaman kulit bambu ini antara lain bisa dijadikan nampan yang efektif dan efisien. Dalam penggunaan yang wajar tambir bisa awet sampai kisaran 10 tahun. Beberapa jenis bumbu, seperti bawang merah/putih, daun salam, lombok dan rempah lain akan lebih awet juga ditaruh di tambir.

“Bentuknya yang bulat juga dapat kami simbolkan rezeki yang tak ada putusnya. Lalu ketika ada konsumen memesan masakan model dhahar kembul dan memilih menggunakan tambir, kami mempunyai stok tambir tersendiri. Makan model dhahar kembul dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan, jaman dulu sudah banyak yang menerapkannya,” urai Betty.

Adapun jenis minuman di lokasi kuliner tersebut, antara lain ada jahe gula merah, es asam kawak, wedang tomat dan wedang sirup. Bahan pembuatan maupun resep sirup menerapkan tempo dulu, sehingga rasa sirup lebih khas. Selain itu tersedia makanan ringan, seperti pisang goreng, singkong goreng serta mendoan. Makanan ini dimasak ketika ada pesanan, sehingga saat disajikan masih hangat.

Jenis lauknya antara lain menggunakan bahan tahu, tempe, daging ayam, ikan laut serta telur ayam. Bagian belakang Tempat Makan Tambir ada juga lahan kosong, antara lain untuk menanam kelor, serai dan sejumlah tanaman empon-empon. Sebagian hasil panenan digunakan untuk kebutuhan lokasi kuliner setempat.

“Pohon kecombrangnya belum berbunga. Sementara ini kami masih membeli bunga kecombrang di pasar untuk dikombinasikan pada beberapa jenis sayur dan sambal,” kata Betty. (Yan)


 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-ATIEK WIDYASTUTI Proses pemilihan ulang di TPS 52 Caturtunggal Depok Sleman.
Warga Antusias Ikut Coblosan Ulang

SLEMAN (MERAPI) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman melakukan Pemilihan Suara Ulang (PSU) di TPS 52 Caturharjo Depok dan

Close