Pupuk Berbahan Urin Kelinci, Tambahan Rezeki saat Pandemi

SEBAGIAN warga berusaha bisa menambah rezeki saat pandemi Covid-19 belum berakhir seperti sekarang. Apalagi ketika harga barang kebutuhan sehari-hari biasa ada kenaikkan harga. Bahkan dapat juga sebagai sarana mempersiapkan usaha mandiri, ketika suatu saat sudah pensiun.
Hal ini seperti diungkap Sumaryanto yang berprofesi sebagai security di kompleks Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Adapun usaha yang diyakini dapat menambah rezeki, yaitu membuat pupuk organik berbahan urin dan kotoran kelinci. Selain itu juga bercocok tanam beberapa jenis sayur dan menanam ubi jalar di lahannya yang berada di kawasan Seyegan Sleman.

“Kebetulan saya kenal dengan beberapa peternak kelinci, sehingga untuk mendapatkan bahan baku wujud urin dan kotoran kelinci tak ada kendalanya,” ungkap Maryanto kepada Merapi

, baru-baru ini.

Bahan baku urin kelinci, lanjutnya, dapat diproses menjadi pupuk organik cair. Sedangkan yang berbahan kotoran kelinci bisa menjadi pupuk wujud padat ataupun serbuk. Hasil akhirnya, bisa dikemas cukup dengan plastik tebal maupun botol-botol plastik, lalu dibuatkan label semacam stiker. Di dalam label antara lain tertulis bahan baku yang digunakan sampai tata-cara penggunaan pupuk. Ketika tanaman rutin diberi pupuk organik, diharapkan bisa tumbuh subur, produktivitasnya bagus dan kalau tanaman hias berbunga, bisa rajin berbunga. Ia pun rutin memupuk aneka tanaman yang dimiliki dengan pupuk tersebut.

Sedangkan cara pemasaran yang sederhana, misalnya diinfokan lewat media sosial termasuk grup-grup Whatsapp. Secara gethok tular, ada juga warga yang membutuhkan pupuk organik, langsung datang ke rumahnya. Pernah juga ia mencoba memasarkan dengan keliling di kompleks perumahan saat hari libur. Namun, ia merasa tak enak karena sering menimbulkan kerumunan terutama ibu-ibu yang bertanya-tanya seputar produk tersebut.
“Saat masih ada pandemi Covid-19 banyak disarankan oleh berbagai pihak untuk menghindarkan hal-hal yang bersifat kerumunan dan tak menjaga jarak. Jadi untuk pemasaran model keliling, saya off-kan dahulu,” terangnya.

Adapun garis besar cara membuat pupuk berbahan kelinci, misalnya dengan menempatkan urin kelinci di dalam suatu wadah yang bisa ditutup. Bahan ini diberi larutan mikroorganisme (bakteri fermentasi) serta tetes tebu yang bisa dibeli di toko-toko pertanian/peternakan. Bahan ini diaduk-aduk agar bisa campur merata. Lalu ditutup rapat, namun sesekali bisa dibuka tutupnya untuk membuang gas yang ada. Setelah kisaran tujuh hari hasil fermentasi, berupa pupuk cair sudah dapat digunakan.

Jika berbahan kotoran kelinci, yakni cukup dikeringkan dahulu lalu digiling atau ditumbuk halus. Bisa juga dengan menyiramkan larutan bakteri fermentasi pada kotoran kelinci yang sudah kering dan dicampur arang sekam. Bahan ini ditempatkan di lokasi yang terlindung dari hujan dan sinar matahari. Selanjutnya ditutup rapat menggunakan terpal dan dibiarkan selama 10-15 hari. Setelah itu, tutup dibuka dan hasilnya bisa digunakan sebagai pupuk organik.(Yan)

Read previous post:
Ajak Anak Muda Berbuat Kebaikan, realme Adakan Program #BeTheLight

PADA bulan Ramadhan ini, realme, mengadakan program #BeTheLight untuk mengajak anak muda berbuat kebaikan dan menjadi cahaya bagi orang-orang di

Close