TERAPKAN BIOSEKURITI TIGA ZONA: Ayam Petelur Hasilkan Produk ‘ASUH’

MERAPI-ISTIMEWA
Contoh penerapan biosekuriti di kompleks kandang ayam petelur.

BIOSEKURITI dalam bidang peternakan ayam petelur diartikan sebagai upaya mencegah kuman penyakit tak masuk ke kompleks kandang peternakan. Dengan langkah ini diharapkan ayam petelur tetap sehat, bahkan menghasilkan produk yang aman, sehat, utuh, dan halal atau biasa disingkat ASUH.

Adapun rambu-rambu sederhana dalam penerapan biosekuriti bisa dibuat tiga zona, yaitu merah, kuning, dan hijau. Pembagian zona bertujuan mengatur masuknya orang dan benda ke peternakan, karena keduanya merupakan perantara yang memungkinkan kuman masuk ke tubuh ayam. Lalu untuk memastikan penerapan biosekuriti agar berjalan dengan baik, diperlukan komitmen dari pemilik yang diikuti keluarga, karyawan, pemasok, dan pembeli. Selain itu, kandang tetap harus dibersihkan secara rutin untuk menjaga higienitasnya.

Hal ini dijelaskan Ketua Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Peternakan UGM Dr Ir Suci Paramitasari Syahlani MM IPM dalam siaran persnya, Jumat (16/4). Ditandaskan pula oleh Suci, pada prinsipnya, zona merah adalah area kotor. Sedangkan zona kuning area transisi, dan zona hijau adalah area bersih atau area produksi. Praktik ini dapat diterapkan dengan mudah dan murah di peternakan kecil sekalipun. Kunci keberhasilan penerapan bukan pada peralatan tetapi pada niat kuat dan kedisiplinan pemilik.

“Jika peternakan dekat dengan rumah tinggal, cukup memastikan bahwa area kandang terlindungi dan dijadikan zona hijau. Peternak dapat memberi tanda dengan bahan sederhana, misalnya tali rafia hijau. Beberapa peralatan yang perlu disiapkan antara lain, beberapa pasang sandal dengan warna berbeda sesuai dengan warna zona dan cairan disinfektan di ember untuk mencelupkan kaki,” terang Suci.

Ditambahkan, biosekuriti sangat penting untuk dilakukan di peternakan, terutama karena alasan kesehatan, ekonomi dan hukum. Dengan menerapkan biosekuriti, produk telur yang dihasilkan ayam petelur bisa lebih sehat dan berkualitas, sehingga aman dikonsumsi. Jika ayam sehat, peternak dapat meminimalkan biaya kesehatan dan memaksimalkan keuntungan. Selain itu, ayam yang sehat memiliki produktivitas tinggi. Terkait alasan hukum, dengan menerapkan biosekuriti, peternak melaksanakan cara beternak yang baik dan sesuai aturan.

“Saat ini, Fakultas Peternakan UGM mendampingi penerapan biosekuriti kepada 200 peternak Gunung Kidul yang tergabung dalam Pinsar Petelur Nasional. Pendampingan implementasi biosekuriti juga merupakan syarat perolehan Nomor Kontrol Veteriner atau NKV, oleh karena itu, Fakultas Peternakan UGM juga melakukan pendampingan pendaftaran NKV bagi peternak,” urainya. (Yan)

Read previous post:
realme Hadirkan Resolusi Kamera Terbesar 108 Mega Pixel

MERK smartphone Favoritnya Anak Muda, realme, mengumumkan realme 8 | 8 Pro, realme Buds Air 2, dan realme Buds Air

Close