Pameran Bonsai Terapkan Protokol Kesehatan

MERAPI-SULISTYANTO
Sebagian bonsai yang diikutkan dalam pameran bonsai ala RKB.

KEGIATAN terkait hobi banyak diyakini mampu mendukung imunitas tubuh. Suatu hal menggembirakan, bagi komunitas Rawa Kalibayem Bonsai (RKB) Ngestiharjo Kasihan Bantul pada tahun ini kembali bisa menggelar pameran tanaman bonsai. Pihaknya bisa mengantongi izin menyelenggarakan kegiatan pameran, dengan catatan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan baik, sebab pandemi Covid-19 belum berakhir.

Menurut Ketua RKB, Robby R, komunitasnya berdiri sejak 1 Januari 2018 dan setiap tahun menggelar pameran bonsai sekaligus untuk memperingati hari ulang tahun RKB. Jumlah anggota saat ini ada 28 penggemar bonsai. Segenap pengurus dan anggota berusaha bisa mensuksekan even tersebut mulai Senin sampai Minggu (11-17/11) mendatang. Beberapa hal terkait prokes, antara lain memasang beberapa titik untuk cuci tangan dilengkapi handsanitizer, wajib memakai masker dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan.

“Kami memasang juga sejumlah spanduk untuk mengingatkan agar prokes diterapkan sebaik mungkin baik bagi panitia maupun pengunjung. Secara berkala, diumumkan juga lewat pengeras suara di arena pameran tentang penerapan prokes,” jelas Robby kepada Merapi, Jumat (15/11).

Suatu hal menggembirakan, lanjutnya, baik penggemar bonsai maupun masyarakat umum cukup antusias mendatangi lokasi pameran bonsai. Namun tak sampai menimbulkan kerumunan, sebab setiap ada yang datang menonton pas bersamaan, tak lebih dari 10 orang. Mereka merasa senang, sehingga diharapkan bisa mendukung imunitas tubuh. Selain itu dapat juga dijadikan sarana mempererat silaturahmi dan tukar wawasan ataupun pengalaman merawat bonsai.

Bonsai yang dipamerkan berjumlah 100 pot bonsai banyak berasal dari komunitas atau paguyuban di luar RKB yang ada di DIY. Jumlah komunitas yang ikut mendukung serta berpartisipasi ada 16, dan setiap komunitas membawa bonsai untuk dipamerkan, paling banyak 10 tanaman. Beberapa komunitas atau paguyuban yang ikut mendukung kegiatan ini, antara lain Perkumpulan Penggemar Bonsai Yogyakarta (PPBY), Tunggak Mrajak, Bonsai Mania Banyusoco, Bonjogku, Bonsai Mania Jogja, Bonsai Bantul Ngayogyakarta Hadiningrat, Bonsai Kidul Gunung, Bonsai Gundul, Trend Bonsai serta Sleman Juniper Family.

Masih ada lagi, Komunitas Pecinta Bonsai Menoreh, Tunggak Merapi Sleman,

Dhemez Bonsai, Omah Bonsai Ngayogyakarta, Bonsai Lereng Merapi dan Paseduluran Teras Bonsai (Paras). Sejak hari pertama, setiap pengunjung diberi tiga lidi untuk bisa memilih bonsai favorit pilihan pengunjung. Beberapa jenis bonsai pun telah mendapatkan kumpulan lidi cukup banyak, misalnya ada bonsai jenis mirten, sancang, jeruk kingkit, anting putri, preh dan serut.

Penggemar bonsai asal Bantul Yanuar yang tergabung di Bonsai Bantul Ngayogyakarta Hadiningrat merasa senang dapat mengikuti pameran. Ia membawa bonsai jenis serut dan sakura. Selain bisa menambah temen, diharapkan juga bisa menjadi pembanding koleksi bonsai yang dimiliki dengan telah dimiliki penggemar bonsai lain. Termasuk juga saol kualitas perawatan dan pembentukan bonsai. Hal senada diungkap pula oleh Maryono asal Kasihan Bantul. Ia sendiri lebih senang membonsai tanaman yang semakin langka seperti rukem, wuni dan bidara.

“Semoga even yang diselenggarakan RKB seperti ini bisa rutin terselenggara setiap tahunnya,” ungkap Maryono. (Yan)

Read previous post:
Maestro Sidik ‘Pit Mabuk’ Melukis untuk Amal

SLEMAN (MERAPI) - Program sosial Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY berkolaborasi dengan Maestro Lukis Indonesia Sidik W Martowidjojo dan Pemerintah

Close