Puter Berkualitas Diberi Pakan Istimewa

Narso dan puter berkualitas yang dimiliki.(MERAPI-SULISTYANTO)

LOMBA dan latihan bersama (latber) puter pelung rutin dilaksanakan di berbagai tempat. Bahkan ketika masih ada pandemi Covid-19, kegiatan tersebut tetap bisa dilaksanakan, namun menerapkan protokol kesehatan cukup ketat.

Tak kalah penting, penggemar puter pun berusaha bisa mempunyai puter-puter berkualitas baik sekadar untuk klangenan maupun untuk ditangkarkan. Beberapa alasan tersebut menjadikan puter berkualitas tetap banyak diburu. Ketika sudah mempunyai puter-puter berkualitas, salah satu perawatan penting, yakni rutin memberikan pakan-pakan istimewa. Secara berkala juga diloloh jamu, misalnya terbuat dari campuran sejumlah rempah, empon-empon dan sarang walet.

Hal ini pun telah diterapkan penggemar puter pelung asal Cibuk Kidul Seyegan Sleman, Agus Winarso. Campuran pakan, ia racik sendiri atau tak membeli yang sudah racikan di kios-kios pakan burung. Bahan utama pakan, yaitu milet putih dipilih yang paling berkualitas. Selanjutnya dijemur dan diblower agar bersih dari kotoran maupun milet yang kosong bagian dalamnya atau gabuk. Setelah itu dicuci dan direndam sejenak, jika ada yang mengapung diambil dan bisa digunakan untuk pakan ayam.

“Setelah itu masih ada tahap pengeringan lagi, bahkan bisa ditambah madu. Bahan utama milet ini dapat dicampur dengan kacang hijau, jagung giling dan beras merah. Saat musim penghujan dapat ditambah sedikit ketan hitam, karena ketan hitam bisa menambah hangat badan puter maupun aneka satwa pemakan biji-bijian,” papar Narso, Rabu (13/1).

Ditambahkan, ia senang puter pelung sudah sejak 2017 silam. Tempat latber dan lomba yang biasa diikuti, misalnya di kawasan Pleret, Notoprajan, Kotagede dan sekitarnya. Biasa juga dengan pemilik puter berkualitas asal DIY sering ikut lomba puter di beberapa daerah di luar DIY seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sejumlah puter pelung miliknya pernah terpilih sebagai juara, misalnya yang bernama Singa Emas, Singa Barong dan Ompol Dewa.

“Sebagian puter juara, hasil peranakan di tempat saya sendiri. Ada juga yang membeli. Indukan puter yang saya pilih biasa juga termasuk trah juara dari beberapa peternak sudah terkenal seperti B2W, Fla dan Barata,” ungkapnya.

Puter berkualitas, sebut Narso, antara lain mempunyai ciri punya suara lengkap bagian depan, tengah dan belakang. Bagian depan dan belakang idealnya terdengar jelas, dan lebih bagus lagi yang belakang dua not. Sedangkan suara tengahnya panjang, jelas ataupun bening. Tak kalah penting, mempunyai mental bagus, sehingga saat berada di arena lomba serta latber bisa ‘bekerja’ baik dan mengumpulkan banyak nilai. “Manfaatnya bisa rutin ikut latber, salah satunya untuk meningkatkan mental puter. Bahkan bisa saling tukar wawasan dan pengalaman dengan penggemar puter pelung lain,” tegas Narso. (Yan)

Read previous post:
Motor Sengaja Ditabrakkan Tembok, Empat Anggota Klitih Jadi Tersangka

Close