Budidaya Wader Gandeng Santan Mina Lestari

MERAPI-SULISTYANTO
Sebagian kolam yang digunakan untuk budidaya wader pari di Gapoktan Santan Mina Lestari.

PROGRAM budidaya ikan wader, terutama jenis wader pari diinisiasi oleh salah satu dosen Fakultas Biologi UGM, Dr Bambang Retnoaji MSc melalui Aquatic Research Group. Awalnya hanya dengan skala produksi semi-massal, namun saat ini sudah massal, yaitu menggandeng mitra Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Santan Mina Lestari di Depok Sleman.

Selain itu pengolahan produk pasca panen dari budidaya wader pari telah dikembangkan, dengan tujuan antara lain untuk meningkatkan nilai jual dari wader pari hasil budidaya. Meski demikian, tampaknya tingkat kesadaran masyarakat terhadap budidaya wader pari masih belum tinggi. Faktornya antara lain karena tingkat pemahaman informasi dan teknik budidaya jenis ikan ini masih belum banyak diketahui masyarakat luas.

“Oleh karena itu edukasi dan penyuluhan terkait budidaya wader pari sangat dibutuhkan dan harus gencar dilakukan, misalnya bekerjasama dengan kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki minat untuk melakukan budidaya wader pari,” ungkap Bambang, baru-baru ini.

Adapun langkah konkrit yang telah dilakukan Aquatic Research Group, Fakultas Biologi UGM dan Gapoktan Santan Mina Lestari untuk meningkatkan kapasitas edukasi dan penyuluhan budidaya yaitu dengan cara menjalin kerjasama dengan PT PLN Persero Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah.

“Program pemberdayaan dan edukasi masyarakat tentang budidaya wader pari ini sejalan dengan komitmen PLN untuk menggunakan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, mengupayakan tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi dan menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan,” beber Bambang.

Ketika ada program penyuluhan budidaya wader pari, pihaknya juga biasa bekerjasama dengan sejumlah pihak seperti Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY. Bulan November 2020 lalu antara lain edukasi di budidaya wader pari yang di Potorono Banguntapan Bantul. Tak berselang lama dilanjutkan di Sumbersari Moyudan dan disusul di Wonokerto Turi Sleman. Semuan kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) sebaik mungkin.

Ditambahkan Bambang, harapan dari program edukasi seputar budidaya wader pari, yakni adanya peningkatan pengetahuan tentang budidaya wader pari seperti di kelompok-kelompok masyarakat dahulu, sehingga bisa memunculkan stimulus untuk ikut terlibat dalam budidaya ikan wader pari. “Semoga bisa berperan dalam usaha peningkatan ekonomi masyarakat serta bagian dari konservasi ikan lokal perairan tawar Indonesia,” tandasnya. (Yan)

Read previous post:
FPRB Bagikan 75.000 Masker di TPS

BANTUL (MERAPI) - Untuk mencegah penyebaran Covid-19 saat pelaksanaan Pilkada, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bantul membangun 75.000 masker

Close