Daun Binahong Dukung Kesehatan Merpati

MERAPI-SULISTYANTO
Agar kesehatan lebih terjaga, merpati jenis tomprang bisa rutin diberi daun binahong.

SATWA kesayangan yang dapat dijadikan sarana hiburan ketika masih ada pandemi Covid-19 cukup beragam. Salah satunya yaitu merpati jenis tomprang atau tinggian. Merpati ini ketika dilombakan hampir mirip dengan jenis merpati kolongan, namun tak perlu membangun kolongan (kotakan dari bambu) di lokasi finish.

Lalu agar kesehatan merpati terjaga atau tak gampang terserang penyakit, beberapa kiat perlu diterapkan.Seperti halnya yang dilakukan penggemar merpati tomprang asal Nogotirto Sleman, Parijo, yakni rutin memberikan daun binahong ke kandang merpati. Daun berkhasiat obat alami yang bermanfaat bagi manusia baik untuk mencegah dan melawan gangguan kesehatan ini diyakini juga bagus untuk merpati. Bahkan daun binahong tak perlu diolah untuk dicampurkan pada minuman merpati ataupun dibuat pil dan dilolohkan.

“Kalau saya cukup memetik daun binahong, bisa juga dengan batang sulurnya lalu dimasukkan ke kandang merpati. Daun-daun akan langsung dimakan, apalagi jika merpati dalam keadaan lapar,” jelasnya , Jumat (30/10).

Kandungan gizi atau nutrisi dalam daun binahong, sebut Parijo, diyakini pula berdampak positif bagi kesehatan satwa tersebut. Untuk mendapatkan daun binahong, ia tinggal memetik di dekat tempat tinggalnya. Tanaman binahong yang dikoleksi juga subur, sebab rutin dipupuk menggunakan kotoran merpati yang sudah kering. Adapun kiat penting lainnya, yakni pakan hariannya dipilih biji-bijian berkualitas bagus, misalnya campuran jagung, beras merah, kacang hijau dan milet putih.

Selain itu minuman untuk merpati tomprang dicampur dengan probiotik khusus untuk ternak. Probiotik yang wujud cair (satu tutup botol kemasan probiotik) dicampurkan dengan air bersih, bagus lagi air matang (dua liter). Minuman untuk merpati yang dicampur dengan probiotik diyakini dapat membantu mencegah datangnya penyakit pada merpati, misalnya yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Selain itu diharapkan, nafsu makan satwa kesayangan jenis merpati bisa terjaga baik.

“Soal kebersihan kandang dan lingkungannya juga tak dapat disepelekan guna mendukung kesehatan merpati. Meski banyak dikurung, secara berkala juga dibebaskan keluar kandang beberapa saat, biar bisa mencari nutrisi lain yang disenangi di alam maupun berjemur bebas ketika matahari bersinar cerah,” tambahnya.

Khususnya pakan wujud jagung, ia dan orangtuanya bisa menanam sendiri jagung jenis unyil. Wujud biji jagungnya kecil-kecil sehingga cocok untuk pakan merpati dan unggas. Tanaman jagung dibudidayakan secara organik (tanpa menggunakan pupuk dan obat-obatan kimia). Dengan pertanian model ini diharapkan kualitas hasil panenannya bersifat organik dan bagus untuk kesehatan, baik ketika rutin dikonsumsi manusia maupun satwa kesayangan.(Yan)

Read previous post:
Asrama Rumah Tahfidz Darussalam Purworejo Tidak Bocor Lagi

DUSUN Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, merupakan salah satu desa yang letaknya kurang lebih 16 km dari pusat Kota Purworejo.

Close