Ajang Melatih Mental Perkutut Kembali Digelar

Sebagian kung mania yang mengikuti latber perkutut di Ambarketawang, Rabu (23/9).(MERAPI-SULISTYANTO)

SUATU hal menggembirakan bagi kung mania, sebutan untuk penggemar burung perkutut, sejak masa new normal atau adaptasi kebiasaan baru, agenda rutin latihan bersama (latber) perkutut kembali digelar. Lokasi latber selain di lapangan yang biasa untuk menggelar lomba perkutut, ada pula di kompleks pekarangan milik salah satu kung mania.

Seperti halnya setiap Rabu pagi, ada latber di tempat Khairudin Deky kawasan Ambarketawang Gamping Sleman. Lalu Minggu pagi di tempat Cak Yanto Ngestiharjo Kasihan Bantul dan Selasa pagi di tempat H Dhofir kawasan Kotagede Yogya. Sejak awal Agustus 2020 juga sudah ada beberapa lomba perkutut, misalnya di Karanggayam Sleman, Kulonprogo dan Kebumen. Baik kegiatan latber maupun lomba perkutut tersebut menerapkan protokol kesehatan terkait masih adanya pandemi virus Corona.

“Latber yang digelar di rumah-rumah, misalnya di tempat saya, jumlah peserta terbanyak masih sekitar 10 orang. Namun perkutut yang dibawa latber bisa lebih dari dua ekor,” ungkap Khairudin saat ditemui di sela-sela latber perkutut, Rabu (23/9).

Pemilik Adiraya Bird Farm yang juga pengurus Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) Pusat maupun DIY ini menjelaskan, beberapa manfaat dengan rutin digelar latber antara lain sebagai ajang melatih perkutut terutama yang masih anakan serta remaja. Selain itu bisa semakin mempererat silaturahmi para kung mania. Termasuk juga dapat saling berdiskusi, misalnya seputar cara perawatan perkutut dan koreksi kualitas suara perkutut.

Khusus untuk perkutut sebelum umur empat bulan saat lomba dikelompokan dalam kelas Hanging. Perkutut cukup digantung dengan ketinggian empat meter, sehingga suara masih terpantau dengan baik. Lain halnya di atas empat bulan digantang pada tiang sekitar 5,5 meter atau sering disebut setengah tiang. Sedangkan perkutur dalam kelompok piyik senior maupun dewasa sudah digantang pada tiang dengan tinggi tujuh meter (satu tiang penuh).

“Tiang untuk menggantang perkutut di tempat saya, satu tiang dapat digunakan untuk menggantang dua perkutut, satu untuk gantangan satu tiang penuh dan satunya lagi setengah tiang,” jelas Udin.
Sejumlah kung mania yang berhalangan hadir ikut latber sering juga menitipkan perkutut kesayangannya, lalu bisa memantau lewat smartphone, misalnya direkam dan dikirimkan videonya. Usai latber biasa juga disambung dengan ramah-tamah, bahkan makan siang. Kung mania seperti Cak Yanto, Syafi’i dan Gito termasuk yang biasa antusias untuk ikut ramah-tamah usai latber. Mereka pun merasa cocok bisa rutin mengikuti latber di tempat Khaerudin, antara lain suasana tempat yang nyaman dan udara segar karena di dekat sawah.
“Aneka pepohonan yang ditanam di tanah langsung maupun pot juga menambah suasana nyaman dan asri,” papar Gito.(Yan)

Read previous post:
KPU Sleman Tetapkan Tiga Paslon Pilkada 2020

SLEMAN (MERAPI) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman resmi menetapkan tiga pasangan calon (paslon) yang maju dalam Pemilihan Bupati

Close