Prangko Seri Pramuka Diminati Banyak Kolektor

MERAPI – ISTIMEWA
Kumpulan benda filateli (koleksi Bambang Pamungkas)

YOGYAKARTA (MERAPI) – Prangko seri Kepanduan atau Pramuka sudah sangat sering diterbitkan di Indonesia. Setidaknya tercatat sudah 19 kali terbit pada kurun waktu 1955 hingga 2019.

Hal ini mengingat pentingnya Kepanduan yang dapat menggerakkan pemuda pemudi di seluruh dunia termasuk Indonesia yang kemudian menjadi salah satu cikal bakal untuk menerbitkan prangko seri Kepanduan.

Di kalangan Internasional, gerakan kepanduan sendiri memiliki sejarah panjang dan memiliki sebutan Scouting atau Scout Movement.

Carik Kenangan Peduli Lingkungan Indonesia

Di Indonesia, pada 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka yang sebelumnya dikenal dengan nama gerakan Kepanduan. Namun di masa pandemi Covid-19 ini, upacara hari Pramuka ditiadakan guna memutus rantai persebaran Covid-19.

Meski demikian, peringatan hari Pramuka menjadi hal yang istimewa bagi para penggiat filateli khususnya yang memilki koleksi bertema kepanduan.

Aktifis Pramuka sekaligus pembina Pramuka di Yogyakarta, Bambang Pamungkas mengaku telah mengoleksi benda filateli seri kepanduan sejak SMP atau tingkat penggalang pramuka.

“Saya meminati prangko atau benda filateli saat saya ikut uji kecakapan khusus pramuka dan keterusan sampai sekarang. Saya saat ini mengarahkan kepada para binaan saya untuk mengikuti uji kecakapan tentang Filateli di Pramuka” ungkapnya, Jumat (14/8).

Sampul Hari Pertama Jambore 2001

Lain halnya dengan Sudjono AM, Pembina Pramuka di Pekanbaru Riau dan telah bermukim di Jakarta serta masih berkegiatan di Gugus Darma Pramuka mengajak belajar kembali dengan benda unik dan spesial berupa prangko.

“Selama saya di rumah saja dan mengisi waktu purna, saya mengajak para aktifis dan peserta didik pramuka di beberapa kota di Indonesia untuk menata kembali koleksi filateli dan belajar lagi dan mengkhususkan tema Pramuka dan diskusi aktif diikuti secara daring,” ungkapnya.

Prangko Pramuka Pertama di Dunia tahun 1900. Gambar Bapak Pandu Sedunia Lord Baden-Powell dengan cap Mafeking. (Koleksi Langka dan Istimewa Gita Noviandi)

Adapun Sekretaris Jenderal Perkumpulan Filatelis Indonesia, Gita Noviandi pernah berhasil membawa pulang medali emas pada kompetisi 2016 lalu di Singapura dengan mengusung tema Pramuka dengan Judul koleksi ‘One World, One Promise’.

“Saya mengoleksi benda Filateli bertema Pramuka hampir dari seluruh dunia. Mulai dari benda filateli yang menunjukkan sejarah Kepanduan, bapak Pandu sedunia yakni Lord Baden Powell, bapak Pandu Indonesia yakni Sri Sultan HB IX, kecakapan pramuka, dan nilai-nilai positif pramuka melalui benda filateli”. paparnya yang berdomisili di Bandung. (C-4).

Foto 2 :

Foto 3 :

Foto 4 :

Read previous post:
Pemda DIY Gelar Lomba Pasar Siaga Covid-19

Close