Merawat Anggrek Melepas Penat di Tengah Pandemi Corona

ANGGREK termasuk salah satu jenis tanaman hias populer sampai saat ini. Kekhasan tanamannya mulai dari akar sampai daun-daunnya mempunyai daya tarik tersendiri. Apalagi saat musim berbunga, akan bisa meliha aneka warna dan bentuk bunga anggrek yang mampu menebarkan pesona bagi berbagai kalangan.

Berbagai keluarga anggrek seperti katleya, dendrobium, bulan dan vanda banyak yang senang mengoleksi. Tak jarang penempatan anggrek cukup ditempel di pohon yang ada di pekarangan rumah maupun dinding. Ada baiknya juga diberi media agar tingkat kelembaban terjaga dan akar-akar tumbuh dengan baik, misalnya wujud papan kayu pakis dan serabut kelapa (sepet).

Menurut penggemar anggrek asal Sidoluhur Sleman, Ponikem, merawat anggrek bisa menjadi hiburan tersendiri saat ada wabah virus Corona seperti sekarang. Apalagi ketika tak ada kegiatan penting, seperti dianjurkan pemerintah lebih banyak di rumah. Saat akan merawat anggrek di halaman rumahnya, ia pun biasa mengenakan masker. Lalu ketika ada tetangga, saudara maupun tamu mendekat, tetap berusaha bisa menjaga jarak minimal 1,5 meter.

“Ini suatu wujud usaha kehati-hatian atau waspada terhadap Covid-19. Yang jelas, kita tak boleh terlalu khawatir, panik maupun spaneng dengan adanya virus Corona. Semoga virus Corona bisa segera teratasi dan situasi dunia semakin kondusif lagi seperti sedia kala,” paparnya, baru-baru ini.

Anggrek-anggrek yang dikoleksi, sebutnya, sebagian ada yang model barter dengan sesama pecinta anggrek, ada yang beli maupun diberi teman. Selain ia sendiri, suaminya maupun anaknya sering juga membantu merawat, antara lain saat penyiraman dengan cara disemprot maupun penempatan anggrek baik di pohon serta di dinding. Selain anggrek beberapa jenis tanaman hias lain juga ditanam di pekarangan rumahnya.

Penggemar anggrek lainnya dan masih satu dusun dengan Ponikem, yakni Sri Haryanti. Ibu dari dua anak ini pun biasa dibantu anak dan suaminya dalam merawat anggrek. Penempatan anggrek ada yang di samping maupun didak rumahnya, lalu bagian atas diberi peneduh paranet. Dengan merawat anggrek-anggrek di kompleks rumah, ia pun mendukung anjuran pemerintah untuk banyak rumah alias now (ning omah wae) kalau tak ada sesuatu hal penting yang harus keluar rumah.

Selain itu di bagian depan rumah, ia juga menyediakan sabun dan hand sanitizer, sehingga kalau ada anggota keluarga usai bepergian lalu sampai rumah, langsung bisa cuci tangan/kaki. Termasuk juga ketika ada tamu yang ke rumahnya. Adapun jenis anggrek yang dikoleksi antara lain ada katleya, bulan, vanda dan dendrobium. Sebagian ada dapat diperbanyak dengan model split.

“Kadang ada pula anggrek yang kelihatan sudah mau mati bahkan tanpa daun bisa tumbuh lagi,” jelasnya.

Hal ini pun mirip lagu berjudul Bunga Anggrek yang pernah dipopulerkan Broery Marantika dan Emilia Contessa dengan cuplikan lirik sebagai berikut: Setangkai anggrek bulan/Yang hampir gugur layu/ Kini segar kembali/Entah mengapa…. (Yan)

Read previous post:
WARGA RESAH, PAK RW BERTINDAK-Berstatus ODP, Pemudik Tak Tahu Harus Diisolasi

Close