Hilangkan Spaneng dengan Merawat Ikan Louhan

PENGGEMAR ikan hias yang biasa dikonteskan seperti louhan maupun koi datang dari berbagai kalangan. Sebagian di antaranya bahkan bergabung dalam suatu komunitas. Saat wabah virus corona atau covid-19 menyerang Indonesia, sejumlah jadwal kontes kedua ikan hias populer tersebut terpaksa ditunda sampai batas belum bisa ditentukan.

Meski jadwal kontes ditunda maupun covid-19 belum berlalu dari Indonesia, namun semangat merawat ikan-ikan kesayangan tersebut tak pernah kendor. Bahkan dengan merawat sebaik mungkin, bisa menjadi hiburan tersendiri untuk membantu menghindarkan rasa was-was ataupun panik karena adanya pandemi corona.

Hal tersebut seperti disampaikan penggemar louhan sekaligus ketua Komunitas Penghobi Louhan ‘Gaspol’ asal Panggungharjo Bantul, Handoyo. Ketika ditemui di tempat tinggalnya, baru-baru ini, Handoyo menjelaskan, salah satu kontes louhan yang ditunda pada Maret ini, yaitu di Solo.

“Sebelum ramai covid-19, sebenarnya kami dari Komunitas Gaspol sudah menyiapkan louhan-louhan yang akan dibawa ke Solo. Tapi karena ada pandemi virus tersebut dan anjuran dari pemerintah seperti sosial distancing, akhirnya kontes ditunda,” papar Handoyo.

Jumlah anggota Komunitas Gaspol, lanjutnya, saat ini ada 22 orang. Semua mempunyai louhan kualitas kontes dan tetap berusaha dirawat sebaik mungkin. Jenis pakan rutin yang diberikan pun diusahakan pakan berkualitas, misalnya wujud pelet khusus untuk louhan, cacing darah beku serta udang. Penggantian air maupun membersihkan akuarium juga rutin dilakukan. Jika menggunakan piranti filter penggantian air bisa dua minggu sekali. Lain halnya tak memakai filter, tapi hanya aerator penggantian air biasa tiga hari sekali, yakni cukup diganti separohnya saja.

“Jenis louhan yang saya koleksi di rumah saat ini antara lain ada cencu, golden base, kamfa dan chingwa. Agar mental louhan bagus dan nonongnya maksimal, khusus yang jantan antara lain dapat dicampur dengan ikan parrot dan diberi cermin di akuariumnya,” jelas Handoyo.

Sementara hobiis koi asal Yogya Raditiyo yang juga panitia kontes koi Jogja Koi Show 2020 menjelaskan, kontes yang rencananya digelar 27 sampai 29 Maret di JEC mengungkapkan, juga ditunda. Hal ini tak lain terkait adanya wabah covid-19. Dia sendiri yang memiliki koi-koi kelas kontes berusaha tetap bisa merawat dengan sebaik mungkin, seperti pemberian pakan berkualitas sampai soal menjaga kualitas air.

“Menjaga kualitas air tetap stabil antara lain dengan menerapkan sistem filterisasi. Selain itu, meski air di kolam berputar, namun tetap harus ada air lama yang keluar serta ada air baru yang masuk. Tidak kalah penting, diusahakan ada sinar matahari tetap bisa masuk di lingkungan kolam ikan koi,” terangnya. (Yan)

Read previous post:
Aji Segera Restrukturisasi KONI Yogya

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Pengurus KONI Kota Yogya akhirnya melakukan audiensi ke KONI DIY pada Kamis (26/3). Melalui audiensi yang

Close