Kutut Lokal Gacor Dihargai Mahal

SEBAGIAN penggemar perkutut (kung mania) baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan sudah mengenal jenis perkutut lokal dan Bangkok. Kualitas suara Bangkok banyak diyakini lebih bagus, sehingga harga di pasaran biasa lebih mahal.

Namun perkutut-perkutut lokal pun bisa mempunyai harga tinggi atau mahal, antara lain karena gacor atau rajin manggung. Ditambah lagi suara depan, tengah dan ujung juga sempurna atau lengkap. Ada lagi perkutut lokal dengan tampilan bulu unik, misalnya putih/hitam mulus dan blorok juga biasa dibanderol lebih mahal.

Hal ini diungkap pelaku jual-beli burung anggungan dan berkicau (ocehan) di kawasan Jalan Godean Km 17 Sleman, Bejo Riyadi, beberapa waktu lalu. Wajar juga jika ketika mempunyai perkutut lokal kualitas bagus, terutama gacor dan postur agak lebih besar banyak dicari penggemar perkutut. Meski harga dibanderol lebih mahal dibanding dengan perkutut Bangkok kualitas biasa, konsumen tak keberatan untuk membeli.

“Kutut lokal dengan kualitas bagus di antaranya bisa gacor dapat juga dikawinsilangkan dengan perkutut Bangkok. Diharapkan akan memiliki anakan berkualitas bagus, tak kalah dengan jenis perkutut Bangkok,” tandasnya.

Guna menentukan jantan dan betina, antara lain bisa membedakan dari kerapatan tulang supitnya. Perkutut jantan lebih rapat dan untuk yang betina cenderung renggang tulang supitnya. Dapat juga dengan melihat pada bagian bentuk ekornya yang terlihat menyatu serat bentuk tubuhnya yang berdiri tegak serta besar. Perawatan rutinnya, seperti perlu dimandikan secara teratur untuk setiap harinya dengan cara disemprot dengan memakai sprei. Bahkan perlu proses penjemuran burung kurang lebih sekitar pukul 07.30 sampai 09.30 setiap cuaca cerah.

“Sama halnya dengan perkutut, burung anggungan lain seperti puter dan derkuku yang gacor juga lebih banyak diminati konsumen. Khusus untuk puter, saat ini jenis puter pelung masih lebih mahal dibanding jenis lain. Selain ada yang membudidayakan masih pelung asli, ada juga yang sudah silangan. Khususnya pelung asli kualitas bagus, tak jarang sudah banyak yang memesan anakannya,” ungkap Bejo.

Adapun pakan rutin untuk anggungan termasuk perkutut lokal, bisa mencampurkan biji-bijian. Untuk perkutut bisa wujud milet putih, merah, jewawut, gabah Bangkok, ketan hitam dan godem. Biji godem diyakini mampu mendukung hangatnya badan perkutut, apalagi saat musim penghujan. (Yan)

Read previous post:
Jalan Rusak Bertahun-tahun, Warga Donotirto Wadul Bupati Bantul

KASIHAN (HARIAN MERAPI) - Jalan kampung di Donotirto, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul rusak parah. Kerusakan jalan ini sudah terjadi bertahun-tahun. Warga

Close