Kumpulkan Rupiah Lewat Game

MUNCULNYA tim nasional Mobile Legends dalam cabang olahraga yang dilombakan pada gelaran Sea Games 2019 Filipina waktu lalu, menjadi era baru bagi dunia Esport tanah air. Hal itu membuktikan jika permainan berbasis online itu menjadi bisa menjadi ladang penghasilan bagi sejumlah anak muda ingin menjadi profesional bermain game. 

Khususnya di Yogyakarta, penggemar game moba satu ini sudah membentuk satu wadah komunitas yang jumlah anggotanya lebih dari 500 orang. Komunitas yang diberi nama Mobile Legends Yogyakarta (MLYK) itu menjadi magnet khususnya bagi para penggemar game untuk mencari teman untuk bermain.

“Yang awalnya (komunitas) gak ada. Mungkin hanya beberapa orang yang sekedar hobi, kumpul kumpul, malah dalam dua tahun terakhir ini menjadi hype. Bisa dikatakan sekarang menjadi sebuah lifestyle,” papar Frandy Faozan selaku Humas MLYK, baru-baru ini.

Komunitas yang baru terbentuk sejak awal tahun 2017 itu, memang awalnya hanya sekedar wadah berkumpul pemain game untuk mencari teman. Namun seiring berjalannya waktu sejumlah orang dalam komunitas itu mulai memiliki kemampuan untuk menghasilkan dan mengumpulkan rupiah atau uang. 

“Ya ada yang cuman nyari teman, tapi lama-lama banyak yang belajar dan bisa menghasilkan uang. Ada yang membentuk tim, lalu jadi pro player, ada yang jualan diamond atau jualan akun, ada juga yang jadi streamer,” ujarnya. 

Tak hanya mengadakan kopdar, komunitas MLYK juga mewadahi anggotanya dengan berbagai turnamen lokal bekerjasama dengan berbagai pihak. Dari turnamen lokal ini, sejumlah pemain dan tim profesional asal Yogyakarta mulai muncul dan bisa bermain hingga di tingkat nasional. 

“Ada beberapa pemain asli Yogya yang sudah go nasional salah satunya ikut tim Bigetron yang main di MPL (Mobile Profesional League). Selain itu banyak juga tim profesional lokal jogja seperti NERF, Sylo 66, MCD dan masih banyak lagi” tandasnya. 

Menjadi profesional player atau lebih dikenal dengan pro player, dikatakan Frandy memang menjadi daya tarik kaum milenial. Khususnya di Yogya, menjadi seorang pro player dan dikontrak oleh sebuah tim bisa mendapatkan gaji setara UMR.

“Kalau yang dikontrak oleh sebuah tim kalau di Yogya, gajinya sudah UMR, kadang bisa dapat lebih juga, apalagi kalau ada turnamen dengan hadiah yang besar. Kalau yang tingkat nasional, gajinya bisa lebih lagi. Tapi memang membutuhkan komitmen untuk jadi pro player,” jelasnya. 
(Ridwan)

Read previous post:
RPH Giwangan Intensifkan Pengawasan

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) - Pengawasan sapi dari luar daerah yang masuk ke Kota Yogyakarta melalui Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan

Close