Burung Anggungan dan Ocehan Makin Populer

JENIS burung anggungan populer di masyarakat, misalnya ada perkutut, derkuku dan puter. Sedangkan ocehan populer lebih banyak jenisnya, antara lain murai batu, cucak rawa, lovebird, kenari, jalak, cucak hijau dan anis merah. Hobiis burung bebas memilih baik anggungan maupun ocehan untuk dijadikan satwa klangenan bahkan ditangkarkan.

Seperti halnya pensiunan guru SD, Daroni memilih anggungan jenis puter dan ocehannya jenis cucak rawa serta murai batu. Mengingat harga kedua ocehan ini mahal-mahal, bahkan sepasang sampai ada yang puluhan juta, maka kandang penangkarannya ada di dalam kompleks rumah, bagian belakang. Ada juga satu kamar yang disulap menjadi tiga ruang untuk kandang penangkaran ocehan tersebut.

“Pertimbangan keamanan, kandang ocehan mahal sebaiknya berada di kompleks rumah. Kalau pun di bagian belakang atau samping rumah perlu diberi beteng. Tak semua orang juga boleh masuk, apalagi kalau sampai mengganggu kenyamanan penghuni kandang penangkaran murai maupun cucak rawa,” kata Daroni kepada Merapi, akhir pekan lalu.

Lain halnya untuk anggungan jenis puter pelung, yakni sepasang mempunyai harga kisaran Rp 250.000 sampai Rp 300.000, kandang penangkarannya berada di luar rumah. Ia sendiri saat ini mempunyai enam pasang puter dan kandang penangkarannya ada di bagian halaman rumahnya kawasan Ngijon Minggir Sleman.

Jenis anggungan ini tingkat produktivitasnya cukup tinggi, bahkan saat musim pancaroba maupun cuaca ekstrim seperti banyak panas maupun banyak dingin, tak terlalu pengaruh pada daya tetas telur serta kesehatan piyik.

“Kalau ocehan, baik jenis murai dan cucak rawa saat musim pancaroba maupun cuaca ekstrem, daya tetas telur sangat rendah. Ataupun kalau menetas, banyak anakan kena gangguan kesehatan, seperti tak ada nafsu makan, lalu dua atau tiga hari kemudian mati,” terangnya.

Tingkat kesulitan perawatan atau penangkaran tersebut, lanjut Daroni, dapat juga berpengaruh pada harga. Sebagai contoh harga murai lebih mahal dibanding puter. Tak jauh beda dengan beberapa tanaman hias, jika mudah diperbanyak harganya bisa lebih murah dibanding dengan yang sulit diperbanyak.

Ia sendiri senang pada murai, antara lain punya penampilan fisik cantik dan kicauannya sangat indah. Apalagi murai pernah juara lomba, termasuk juga yang trah/keturunan juara. Selain itu murai akan lebih berkualitas jika ada isian atau bisa menirukan suara ocehan lain, misalnya kenari, lovebird, cililin dan cucak hijau.

“Tapi kalau sampai terisi suara burung anggungan terlebih perkutut malah bisa mengurangi nilai ketika dilombakan. Makanya saya tak memelihara perkutut. Memelihara puter saja, jaraknya juga dibuat agak jauh dari kandang murai,” tandas suami dari Suprihatin ini. (Yan)

Read previous post:
SING #5 NOSTALGIGS MAGENTA RADIO-Musik Era 2000an Selalu Digemari

UNIT Kegiatan Mahasiswa (UKM) Broadcasting Magenta Radio Universitas Negeri Yogyakarta kembali menggelar acara musik tahunan bertajuk SING #5 Nostalgigs dengan

Close