Budidaya Ayam Ketawa Butuh Pendampingan

AYAM ketawa dengan jumlah penggemar kian bertambah awalnya hanya sebagai peliharaan keluarga raja Bugis dan terbanyak ditemukan di Sidrap Sulawesi Selatan. Sedangkan di Solok Sumatera Barat juga ditemukan jenis ayam ketawa yang biasa disebut ayam kokok balenggek. Dalam perkembangannya ayam ketawa dapat menyebar ke seluruh nusantara, serta rutin dikonteskan.

Hal ini disampaikan Ketua Paguyuban Ayam Ketawa Yogyakarta (Pakyo) Heru Susanto dalam acara Temu Guyub Pecinta Ayam Ketawa dalam rangka menyemarakkan Lustrum X Fakultas Peternakan (Fapet) UGM di kampus setempat, pekan lalu. Selain membeberkan keistimewaan serta soal perawatan ayam ketawa, Heru juga berharap ada pendampingan dalam pengembangan ataupun budidaya ayam ketawa. Bahkan suatu hal menggembirakan jika Fapet UGM memberi fasilitas terkait ayam ini, misalnya latihan bersama dan kontes.

“Kami pun juga siap membantu sesuai kemampuan, jika akan ada penelitian-penelitian ilmiah tentang ayam ketawa,” ungkap Heru.

Dekan Fapet UGM Prof Dr Ir Ali Agus DAA DEA IPU ASEAN Eng menuturkan, pihaknya siap untuk terlibat dalam pelestarian dan pengembangan plasma nutfah jenis ayam asli Sulawesi Selatan ini. Pasalnya, Fapet UGM memiliki mandat untuk melakukan penelitian dan pengembangan peternakan melalui konservasi plasma nutfah asli Indonesia agar jangan sampai punah atau diaku oleh negara atau pihak lain.

“Fapet UGM memiliki pakar pemuliaan ternak unggas yang bisa membantu arah breeding dan seleksi yang dilakukan oleh peternak ayam ketawa, sehingga perguruan tinggi dengan penghobi menjadi satu, bagaikan dua sisi mata uang. Untuk itu masih harus dilakukan penelitian-penelitian bidang genetika meliputi ciri-ciri dan karakter genetik ayam ketawa. Supaya penghobi bukan hanya menjadi penggemar, namun menjadi breeder yang terarah secara ilmiah,” paparnya.

Galuh Adi Insani SPt MSc, pengajar dan peneliti dari Laboratorium
Genetika dan Pemuliaan Ternak Fapet UGM mengungkapkan, pihaknya telah mulai untuk mendampingi peternak ayam ketawa yang tergabung dalam Pakyo maupun Persatuan Penggemar dan Pelestari Ayam Ketawa Seluruh Indonesia (P3AKSI) cabang Jawa Tengah. Bahkan siap menindaklanjuti usulan latihan bersama serta kontes ayam ketawa di Fapet UGM.

“Kita sambut baik usulan seperti ini dan akan segera diagendakan bersama-sama,” jelas Galuh.

Ketua P3AKSI Jawa Tengah, Bambang Arif mengatakan, suara ayam bisa diibaratkan suara perkutut. Semakin hari semakin bagus suaranya karena diseleksi oleh peternak.

“Namun jangan seperti sejarah perkutut. Dulu perkutut-perkutut kita yang bagus-bagus dibawa ke Thailand dan diseleksi di sana. Kembali ke Indonesia lagi jadi perkutut bangkok yang lebih bagus dan lebih mahak daripada perkutut lokal,” tegasnya. (Yan)

Read previous post:
Garda Mobile Otocare Hadirkan Fitur Garda Mall

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Asuransi Astra mengembangkan platform digitalnya menapak usia perusahaan ke 63 tahun. Terdapat fitur baru dalam layanan

Close