Pesona Ikan Beta Tetap Menggoda

DERETAN ikan-ikan beta tertata rapi dalam akuarium kecil. Satu akurium ditempati satu ekor ikan beta. Saat dua ikan beta saling menatap, bagian ekornya membuka lebar-lebar. Ada yang berwarna biru, merah dan ungu. Beta semakin menggoda saat ekor dikembangkan dan bergerak-gerak berenang dalam air. Warna dan bentuk ikan beta terihat mempesona.

Ya deretan ikan-ikan beta atau dikenal ikan cupang itu sedang berunjuk gigi dalam kontes ikan beta yang diadakan di Balaikota Yogyakarta belum lama ini. Sesekali juri memasukkan sedotan ke dalam akuarium dan meletakkannya di bagian atas dan samping tubuh ikan beta.

“Penggemar ikan beta masih banyak. Dari dulu kondisinya stabil. Trennya juga masih main di warna dan bentuk ikan,” kata Penasehat Mataram Beta Community (BMC), Eko Windarto, kepada Merapi di sela kontes ikan beta.

Bentuk dan warna ikan beta yang beragam membuatnya menarik hati pecinta ikan beta. Dia menuturkan keunguglan dari ikan beta adalah warannya bisa campur. Saat ikan beta saling bertemu seperti pejantan dengan pejantan, beta akan semakin mengembangkan ekornya. Dalam kontes itu pun tak hanya memainkan kelas antar beta pejantan, tapi juga kelas antar beta betina.

Dia menyampaikan dalam kontes ikan beta yang dinilai adalah mental, kesehatan, bentuk, warna, bukaan ekor, bukaan sirip atas dan bawah serta kerapian. “Penilaian mental misalnya saat ditunjuk, beta istilahnya mau ngedok atau buka ekor dan badan,” tambahnya.

Selain keindahan warna dan bentuknya, ikan beta juga mudah dibudidayakan. Jadi tak sekadar hobi atau ikut kontes, tapi para penggemar ikan beta bisa mengembangkan budidaya ikan cupang. Terutama bagi penghobi beta di perkotaan karena tidak membutuhkan banyak tempat seperti ikan konsumsi yang membutuhkan kolam-kolam besar.

“Di Kota Yogya sendiri paling efisien membudidayakan ikan beta. Biaya untuk mengembangbiakannya tidak mahal. Tidak makan tempat, bisa pakai toples-toples. Tidak pakai listrik seperti ikan hias lainnya. Cuma dikasih air,” jelas Eko yang juga membudidayakan ikan beta.

Namun diperlukan ketelatenan dalam merawat ikan beta, khususnya untuk ikan yang diikutkan kontes. Menurutnya diperlukan kondisi air dan pakan yang bagus untuk menghasilkan ikan beta kelas kontes. Dicontohkan pakan yang berkualitas bagi ikan beta adalah jentik nyamuk karena memiliki protein tinggi. Namun saat musim kemarau, pakan alami tersebut sulit dicari.

“Merawat ikan beta kelas kontes harus ekstra. Beta atau cupang itu kuncinya di air yang bagus dan PH atau keasaman harus pas. Makanya harus rutin mengganti air minimal dua hari sekali,” jelas Eko yang juga Ketua Perhimpunan Ikan Hias Indonesia (PIHI) Yogyakarta itu.

Dalam membudidayakan ikan beta, Eko memilih mengawinsilangkan, misalnya beta lokal Yogya hingga dari luar negeri saling tukar. Dia mengatakan untuk mengawinkan ikan beta harus dipasangkan antara jantan dan betina. Usia ikan beta bisa satu tahun lebih jika perawatannya bagus. Ikan beta yang berprestasi dalam kontes harganya bisa melonjak. Harga satu ekor ikan beta kualitas kontes kini mulai dari Rp 200 ribu hingga jutaan.

“Ikan beta ada yang mahal karena prestasinya menang lomba-lomba. Di Yogya sendir penggemar ikan beta cukup banyak dan komunitasnya ada beberapa. Kalau kumpul biasanya berbagi informasi dan pengalaman soal beta serta memajukan ikan beta,” pungkasnya. (Tri)

Read previous post:
TAHUN DEPAN IURAN NAIK TAJAM-Peserta BPJS Ramai-ramai Turun Kelas

WATES (MERAPI) - Peserta BPJS Mandiri di Kulonprogo ramai-ramai mengajukan penurunan kelas. Aksi turun kelas ini dilakukan untuk menyikapi kenaikan

Close