Bonsai Kelapa Media Tanamnya Cukup Air

ANEKA jenis tanaman berkayu dan dikerdilkan biasa disebut bonsai. Tanaman bonsai mampu tampil unik dan memiliki nilai artistik tersendiri. Adapun salah satu tanaman yang dapat dibonsai, yakni kelapa terutama varietas gading maupun puyuh. Jika mampu tampil kerdil, dengan bagian batangnya tampil khas dan tampak tua akan menjadi koleksi membanggakan.

Apalagi ketika koleksi bonsai kelapa ditata berderet, misalnya di teras ataupun pekarangan rumah. Seperti halnya yang telah dilakukan Indarto warga kawasan Seyegan Sleman. Bahkan lelaki yang akrab disapa Pak Indar juga mempunyai bonsai kelapa ditempatkan di atas toples kaca dengan media tanamnya cukup air. Hanya saja secara berkala, air sebagai media tanam tersebut biasa diberi pupuk cair organik.

“Awalnya saya hanya coba-coba saja, ternyata bisa tumbuh baik. Sebagian akar yang masih baru warnanya bisa putih dan jumlah akar baru bisa semakin banyak,” jelas Pak Indar kepada Merapi, baru-baru ini.

Keunikan lain dari bonsai ini, misalnya bagian buah kelapa masih disertakan, namun serabut atau sepetnya sudah dibuang. Akan lebih menarik lagi jika bathok kelapa tersebut diamplas sampai halus atau mengkilat. Bahkan dapat juga dicat maupun dilukis artistik, sehingga semakin indah dipandang. Lalu agar tampilan daun-daun bisa mengecil, perlu rutin pemangkasan terlebih daun yang sudah semakin tua.

“Selain rutin pemangkasan, bagus juga jika rutin penyemprotan untuk mencegah terserang hama penyakit, baik bagian pada bagian daun maupun batang tanaman. Serangan hama atau penyakit pada tanaman bonsai kelapa, misalnya ulat yang menyerang bagian daun-daunnya. Selain itu ada kumbang memakan bagian dalam batang dan bisa memicu kematian,” terangnya.

Adapun bonsai kelapa yang ditanam menggunakan pot bukan media air, yakni dapat mencampurkan bahan-bahan seperti tanah subur, pasir Malang, pupuk kandang dan sekam padi. Sekam padi sebaiknya bukan yang baru, pasalnya kalau baru sering ada yang tumbuh menjadi tanaman padi dan perlu rutin membersihkan agar tak mengurangi nutrisi bagi bonsai kelapa.

Sedangkan penempatan batok kelapa calon bonsai pohon kelapa dapat model vertikal maupun horisantal. Jika penempatannya horisal akan tumbuh tunas atau batang bonsai kelapa model rebahan, sehingga sering disebut mirip siput. Setelah batang bonsai kelapa makin bertambah umur dan ukurannya memanjang, ada keunikan tersendiri jika memiliki batang yang model vertikal, miring atau rebahan.

“Suatu hal membanggakan lagi bisa mempunyai koleksi bonsai tanaman kelapa yang bisa bercabang, yakni bagian batangnya bercabang maupun muncul tunas kembar di bagian bonggol. Ini akan menjadi kebanggan dan kegembiraan tersendiri, dan kalau dijual bisa laku lebih mahal,” beber Pak Indar.

Ditambahkan, beberapa kiat guna mempertahankan bentuk bonsai tetap mini, antara lain dengan melakukan penyayatan pada tunas yang lebih tua. Yakni, jika bibit sudah tumbuh hingga 15 sampai 20 cm, dilakukan penyayatan pada tunas yang paling bawah. Lalu untuk menghindari pembusukan, jangan sampai tunas yang masih muda juga terkena sayatan.

Cara melakukan penyayatan ini sehari minimal 3 kali. Khususnya bonsai yang ditanam di pot, bukan dengan media tanam air yakni perlu menyirami bonsai dapat cukup sehari sekali saja. Bahkan ada yang menyirami bonsai pada sore atau malam hari, termasuk ada yang mencampur air untuk menyiram menggunakan larutan garam sebagai pengganti air untuk menyirami bonsai setiap hari. (Yan)

Read previous post:
TASYAKURAN HDKD 74 TAHUN-Pupuk Jiwa Korsa Keluarga Besar Pengayoman

KEPALA Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DIY, Krismono BC IP SH MH memberikan semangat kerja dengan tetap memperhatikan dan

Close