Kompetisi Puter Makin Moncer

SEMANGAT melombakan burung anggungan jenis puter pelung kian meningkat. Ketika digelar lomba bergengsi, tak jarang peserta dari berbagai daerah berusaha bisa datang untuk melagakan puter-puter pelung jagoannya. Salah satu poin penting yang menjadi penilaian adalah dasar suara anggungan puter.

Menurut penggemar puter pelung asal Perum GTA Sleman, Andi Tifa, puter layak diikutkan lomba, idealnya memiliki dasar suara bagus. Dasar suara meliputi soal kebersihan, jernih maupun jelasnya suara. Bahkan harus lengkap, yakni ada suara depan, tengah dan ujung. Tak kalah penting pula, yaitu soal gaya irama (cengkok) serta tingkat kerajinan bersuara.

“Jadi ketika akan ikut lomba puter pelung bukan asal membawa puter dan menggantang di arena lomba. Perlu dipilih yang benar-benar berkualitas, bahkan semakin rutin diikutkan latihan bersama juga semakin bagus agar tak demam panggung,” papar Andi saat ditemui di sela-sela lomba puter pelung di Lapangan Penny Jaya Jalan Gedongkuning Yogya, akhir pekan lalu.

Suatu hal menggembirakan pula, lanjutnya, perkembangan hobi ini cukup pesat. Penggemarnya sudah tersebar di berbagai daerah, bahkan ada yang membuat tim dan bisa rutin menggelar lomba. Seperti halnya gelaran lomba di Penny Jaya tersebut sebagai pemrakarsanya, yakni tim Seketeng Kulon BF Yogya. Penilaiannya setiap kelas ada empat babak dilakukan secara fair play dan obyektif oleh juri-juri profesional.

“Lebih efisien juga setiap selesai satu kelas, pemenang diumumkan dan piala dibagikan. Tidak harus menunggu selesainya penilaian semua kelas,” tambah Andi.

Salah satu juri lomba Guntur asal Sleman membenarkan, beberapa faktor yang mempengaruhi nilai puter pelung saat dilombakan, antara lain suara depan atau angkatan, tengah serta ujung. Tak ketinggalan gaya irama atau cengkok serta dasar suara. Dasar suara meliputi beberapa hal terutama tingkat kejelasan, bersih dan lengkap ada suara depan, tengah serta ujung.

Sementara itu Ketua Panitia Lomba, RM Lanang Hadiwidjojo menjelaskan, semua juri yang terlibat adalah juri-jursi resmi lomba puter. Berasal dari DIY, yaitu ada Sodiq, Guntur, Amir, serta Mulyadi. Sedangkan dari Jawa Timur terdiri dari Imam, Puji, Hadi, Bagus dan Bekti. Peserta ada yang sifatnya individu maupun tim, misalnya ada dari DKI Jakarta, Madura, Kaltim, Banten, Surabaya, Jombang dan Ponorogo.

“Kelasnya ada Pemula, Utama-A, Utama-B serta Best of the Best atau BOB. Kelas BOB boleh diikuti puter-puter yang masuk 15 besar di kelas Utama A dan B saja,” jelasnya. (Yan)

Read previous post:
Kasus Gangguan Jiwa Minim Penanganan

WATES (HARIAN MERAPI) - Gangguan jiwa bisa berdampak pada penurunan kualitas hidup penderitanya, bahkan dalam jangka panjang akan berpengaruh buruk

Close