Bipang Teratai Juara Lomba Olahan Pangan

 PERNAH melihat tanaman bunga teratai? Ditilik dari warna bunganya cukup beragam, misalnya ada merah, putih, oranye dan kuning. Setelah layu, mahkota bunga berguguran sampai akhirnya tersisa dasar bunga serta ada biji-bijinya. Bagian biji ini ternyata dapat diolah menjadi tepung maupun bahan baku membuat makanan jenis bipang teratai.

Hj Sinarwati asal Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan termasuk yang mempunyai usaha rumahan membuat bipang teratai, dengan tampilan mirip brondong berbahan beras ketan. Makanan ini saat diikutkan dalam lomba olahan pangan lokal (PIRT) dalam rangka workshop ketahanan pangan nasional yang digelar Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Pusat Aisyiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), baru-baru ini, berhasil terpilih menjadi juara satu.

“Alhamdulillah, saya datang jauh-jauh ke Yogya bersama Hj Lailani dari MEK Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalsel bisa mencatatkan prestasi di Yogya. Kami tak mengira bisa menjadi juara I, sebab banyak peserta juga punya kreasi-kreasi bagus dalam membuat olahan makanan,” ungkap Hj Sinarwati.

Wanita ramah ini pun banyak berterimakasih kepada dosen Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin yang sedang tugas belajar di S3 UGM, Bakti Nur Ismuhajaroh, antara lain banyak memberikan motivasi maupun membuatkan profil tentang tanaman teratai. Pasalnya sedang mengadakan penelitian desertasi  seputar distribusi, karakterisasi fisiologis dan agronomis tumbuhan teratai di rawa kawasan Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan.

“Di kampung halaman saya memang mudah ditemukan tanaman teratai yang hidup di rawa-rawa. Terutama teratai dengan bunga warna putih yang banyak digunakan untuk membuat bipang teratai,” paparnya.

Garis besar untuk membuat olahan ini, lanjutnya, biji teratai dikumpulkan lalu dijemur. Setelah itu dibawa ke penggilingan padi dan akhirnya menjadi beras teratai. Bahan ini lalu diledakan dengan alat yang juga bisa untuk meledakan beras ketan maupun jagung, sehingga menjadi brondong. Setelah menjadi brondong teratai, lalu diolah menjadi bipang. Hasil akhirnya yang rasa asli (orisinal), ada juga yang dikreasi antara lain rasa coklat, kacang dan pedas manis.

Contoh resep bipang teratai rasa coklat, yakni membutuhkan bahan brondong teratai, coklat leleh, gula pasir, minyak goreng, asam sitrat dan vanili bubuk. Gula pasir disangrai sampai larut, lalu ditambah minyak goreng serta asam sitrat sambil diaduk-aduk. Setelah itu brondong teratai yang sudah dicampur vanili dimasukkan, lalu ditempatkan dalam loyang dan ditekan agar padat. Selanjutnya dapat dipotong-potong sesuai selera, dan segera dimasukkan ke wadah berisi lelehan coklat, supaya semua terlapisi coklat. Agar lelehan coklat lekas membeku perlu ditempatkan dahulu di kulkas sejenak.

Bakti Nur Ismuhajaroh mengungkapkan, bagian biji tanaman teratai selain dapat diolah menjadi makanan dapat juga digunakan untuk memperbanyak tanaman. Caranya, biji-biji cukup direndam dalam air, sekitar sembilan hari akan tumbuh tunas. Pada masa pembibitan ini bisa tiga kali ganti wadah, disesuaikan dengan umur atau ukuran tanaman.

“Kalau tanaman sudah besar bisa dipindah ke kolam, sebagian akarnya di lumpur dan daun-daunnya di permukaan air,” jelasnya. (Yan)

Read previous post:
MERAPI-TRI DARMIYATI Masyarakat memanfaatkan uji coba rekayasa lalu lintas Malioboro semi pedestrian dengan berfoto-foto di tengah jalan.
Uji Coba Semi Pedestrian Malioboro Dimulai Lebih Pagi

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) - Uji coba semi pedestrian Malioboro akan diuji cobakan kembali pada Selasa Wage (1/10) mendatang. Pada uji

Close