Saling Semangati Tangkarkan Perkutut

CARA bertukar wawasan dalam penangkaran perkutut dapat dilakukan dengan berbagai cara. Antara lain saling berkunjung atau silaturahmi antar penangkar. Bahkan, kegiatan seperti ini juga bisa untuk saling menyemangati dalam menangkarkan perkutut secara baik.

Kompleks kandang perkutut milik Khairudin Deky Apriandy SE termasuk yang biasa disambangi penangkar maupun penggemar perkutut dari berbagai daerah. Saat ini ia mempunyai 34 kandang penangkaran perkutut. Tak ketinggalan ada kandang umbaran (polier) maupun kandang/sangkar untuk menempatkan puter yang dipantau kualitas suaranya.

“Kandang penangkaran untuk perkutut di sini, saya beri nama-nama klub sepakbola, misalnya ada Arsenal, Napoli, Lyon, Ac Milan, Intermilan, Juventus, Liverpool, Chelsea dan Everton,” jelas Udin sapaan akran Khairudin kepada Merapi, baru-baru ini.

Ditemui di tempat tinggal sekaligus usaha penangkaran perkutut di kawasan Sidoarum Godean Sleman, Udin menambahkan, di depan kandang diberi keterangan asal indukan/pejantan perkutut. Sebagian berasal dari peternak-peternak kondang di Indonesia, misalnya ada dari Altis, Cikeas, Nada, WI, Gobang, Bagus dan dari tempatnya sendiri Adiraya. Usaha penangkarannya pun telah terdaftar di Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) dengan nomor register 7735/P3SI/2014.

“Penggemar sampai penangkar perkutut sering ke sini ada juga yang biasa berurusan soal sangkar, karena saya dibantu mitra siap membuatkan sangkar serta servis sangkar perkutut untuk lomba. Servis sangkar, antara lain karena cat banyak mengelupas, jatuh (ruji-ruji banyak patah) maupun asesoris sangkar rusak,” urainya.

Ditambahkan, soal pakan pun bisa menjadi perbincangan menarik. Apalagi akhir-akhir ini salah satu jenis pakan perkutut yakni milet sedang melonjak harganya. Khusus di tempatnya jenis pakan harian untuk perkutut, yakni campuran gabah bangkok, milet putih, otek serta sedikit ketan hitam. Untuk menghadapi mahalnya jenis pakan, ia pun sangat setuju jika P3SI Pusat sampai wilayah ada koperasinya.

Ia sendiri saat ini menjadi Ketua V Bagian Litbang dan Sosial di P3SI Pusat bersama dengan H Winardi asal Banjarmasin. Bidang kerjanya, seperti melakukan penelitian seluruh kegiatan P3SI, menganalisa secara kongkret terhadap lingkungan internal maupun eksternal organisasi, memberikan saran/masukan kepada semua bagian serta studi banding ke negara tetangga demi kemajuan dan kejayaan organisasi.

“Adapun untuk penangkaran perkutut, sebagian anakan perkutut diasuh puter sejak umur semingguan, ada juga yang tetap diasuh indukannya sampai masa sapih,” imbuh Udin. (Yan)

Read previous post:
Rumah Ayah dan Anak Terbakar

PATI (MERAPI) - Dua rumah milik warga desa Mangunrekso kecamatan Tambakromo terbakar. Akibat musibah yang diduga berasal dari konsleting listrik

Close