Menengok Geliat Budidaya Ayam Laga

SELAIN impor daging ternak, impor satwa klangenan pun sering dilakukan di negara kita. Sebagian satwa klangenan asal luar negeri seperti ayam laga juga dibudidayakan. Bahkan bisa saling dikawinsilangkan. Tumbuhnya penghobi dan komunitas ayam laga juga membuat budidayanya mengeliat.

Menurut hobiis ayam laga impor asal Sedayu Bantul, M Arif Romadlon mempunyai ayam laga atau aduan bukan berarti senang adu ayam dan judi lewat ayam. Akhir-akhir ini muncul komunitas atau paguyuban yang mewadahi penghobi ayam laga, sehingga budidaya ayam ini juga bermunculan.

“Ayam-ayam laga yang dimiliki sekadar dipelihara lalu ditangkarkan, seumpama ada kontes sering disebut tinju ayam dengan waktu tak lebih 20 menit serta tak ada unsur judi,” urai Arif kepada Merapi, baru-baru ini.

Jenis ayam laga antara lain ada Bangkok, magon, Peru, Birma, pakhoy dan saigon. Asalnya seperti dari Thailang, Vietnam, Burma dan Filipina. Ayam-ayam ini cocok dijadikan sebagai ayam aduan, namun banyak juga yang sekadar hobi memelihara sampai menangkarkan

Menurutya dalam menangkarkan ayam laga import penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan. Khususnya ayam yang pejantan rutin dimandikan dengan air yang sudah dicampur sampo. Selain menggunakan sampo untuk satwa, bisa juga sampo yang untuk manusia. Setelah dimandikan, lalu dijemur dan diumbar atau dilepas dari kandang.

“Memandikan ayam menggunakan air sampo cukup satu kali dalam seminggu,” ujarnya.

Pemberian vitamin secara berkala diyakini juga dapat mendukung kesehatan ayam. Sebagian vitamin atau suplemen bahkan dikemas dalam produk herbal. Beberapa penggemar ayam laga impor pun mampu meraciknya lalu dijualbelikan secara offline dan online, antara lain ada bahan gingseng, madu, telur ayam serta sejumlah rempah/empon-empon. Adapun pakan pokok hariannya bisa campuran biji-bijian seperti beras merah, jagung giling dan kacang hijau. Agar tak jenuh dapat juga diberi pakan campuran bekatul, konsetrat dan nasi terutama untuk ayam indukan maupun yang masih kecil.

“Untuk penangkarannya saya lebih senang menerapkan satu pejantan dan satu betina di kandang penangkaran. Tingkat kualitas telur lebih baik, bahkan peluang mendapatkan anakan yang jantan lebih banyak dibanding dengan satu jantan yang dicampur beberapa betina. Selain itu bisa menerapkan kawin dhodhok dengan cara ayam betina kita pegang. Perkawinan pada sore hari banyak diyakini juga bisa berpeluang mendapatkan anakan-anakan jantan,” jelas Arif.

Ditambahkan, selain mengawinkan ayam-ayam yang sejenis sehingga menghasilkan anakan murni dapat juga menerapkan kawin silang. Contoh kawin silang ayam laga impor, yakni ayam jenis Birma dengan Bangkok. Anakan hasil kawin silang biasa juga disebut birkok. Ada lagi kawin silang antara magon dan Bangkok, hasilnya disebut mangkok. Ketika berhasil menangkarkan ayam-ayam lalu memelihara sampai dewasa dan sehat-sehat akan menjadi kebahagian tersendiri.

“Termasuk juga jika mudah dijual dan pembelinya merasa senang. Saya sendiri menjual ayam laga impor biasanya setelah berumur lebih enam bulan,” tambahnya. (Yan)

Read previous post:
Camilan Sehat Ala Siswi SMAN 1 Wates

TAK banyak produsen makanan yang konsisten memproduksi camilan sehat, melainkan hanya mengutamakan rasa dan tampilan saja. Hal inilah yang kemudian

Close