Banyak Penggemar, Wijaya Kusuma Merah Kian Susah Didapat

Parno dan istrinya saat mengantar pesanan wijaya kusuma merah. (MERAPI-SULISTYANTO)

NAMA tanaman wijaya kusuma sudah tak asing lagi di masyarakat. Apalagi bagi para penggemar tanaman hias. Salah satu kekhasannya saat berbunga, yakni bunganya bisa mekar maksimal sekitar tengah malam dan menjadi layu kembali menjelang pagi hari. Keunikan tersebut membuat wijaya kusuma semakin banyak digemari para pecinta tanaman hias. Terutam wijaya kusuma merah.

Wajar jika ada yang menyebut wijaya kusuma sebagai night queen atau ratu malam maupun midnight lady. Saat mekar, bunganya juga menebarkan aroma harum semerbak. Hal ini berlaku baik wijaya kusuma varietas dengan bunga putih maupun merah. Terutama wijaya kusuma bunga merah saat ini semakin banyak penggemar maupun kolektornya, sehingga kian sulit di dapat di pasaran.

Hal tersebut disampaikan pasangan suami-istri pelaku jual beli tanaman asal Magelang, Parno dan Muji Handayani yang biasa mensuplai tanaman hias di kawasan Magelang serta DIY. Ia pun kewalahan menerima pesanan dari mitra pedagang tanaman serta konsumen langsung. Bahkan stok di petani pembudidaya wijaya kusuma belum tentu ada.

“Di tempat saya sendiri yang juga biasa memperbanyak beberapa jenis tanaman, saat ini sedang kosong. Yang bawa ke Yogya, tinggal pesanan saja,” kata Parno kepada Merapi, baru-baru ini.

Ditemui saat mengantar wijaya kusuma merah di tempat keponakannya, kawasan Sumberadi Mlati, Parno menambahkan, wijaya kusuma merah mempunyai bunga warna merah diyakini awalnya termasuk tanaman impor lalu dapat dibudidayakan di Indonesia. Sedangkan wijaya kusuma putih dikenal sebagai wijaya kusuma lokal, sudah lama ada dan mempunyai beberapa cerita mitos.

“Tak sedikit penggemar maupun pelaku jual beli tanaman mengenalkan bahkan mempromosikan wijaya kusuma merah secara online. Ketika dirasa mendapatkan untung untuk dijual, lalu dijual. Hal ini dilakukan juga oleh keponakan saya yang di Mlati,” bebernya.

Muji Handayani menambahkan, di pasaran sebenarnya ada beberapa varietas tanaman wijaya kusuma termasuk yang ukuran mini. Namun varietas bunga putih dan merah lebih populer. Ada lagi yang meyakini dapat dijadikan sebagai obat alami, misalnya membantu mengatasi bisul, abses serta menetralkan pembekuan darah.

“Alhamdulillah, masyarakat yang menyenangi tanaman selalu ada, layaknya membutuhkan makanan. Ketika krismon pun bidang tanaman tetap jalan, meski tingkat pembelian ada penurunan,” urai Muji.

Adapun harga wijaya kusuma merah terutama dipengaruhi ukuran dari tanaman. Ketika masih anakan dengan dua daun sudah dibanderol kisaran Rp 35.000 perpot. Lain halnya dewasa, minimal Rp 150.000 perpot. Untuk mendukung kesehatan dan kesuburan tanaman, media tanam yang digunakan untuk menanam di pot bisa mencampurkan, tanah subur, pupuk kandang serta sedikit pasir. Penyiraman secara rutin, ketika media tanam kering, sebab jika berlebihan air malah bisa bacek dan menyebabkan busuk pada akar lalu merembet keseluruhan tanaman.

Pemupukan dapat dilakukan secara berkala, misalnya menggunakan pupuk cair organik yang dicampur air dan disiramkan. Bisa juga pupuk butiran jenis NPK dengan ditimbun di sekitar tanaman, misalnya kisaran lima butir saja.

“Penempatan tanaman sebaiknya di lokasi yang mendapatkan banyak sinar matahari. Dengan sinar matahari yang cukup setiap hari akan menjadikan kualitas daun akan lebih baik dan cerah, bahkan saat berbunga, kualitas bunganya juga lebih bagus,” tambahnya. (Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Jadwal Baru Liga 1 Bahayakan Kondisi Pemain

SLEMAN (MERAPI) - PSS Sleman bakal melakoni jadwal padat bulan Juli nanti. Dari jadwal terbaru yang dirilis PT LIB, Minggu

Close