Besok, Lomba Burung Berkicau Wakil Walikota Cup II Digelar di Balaikota

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi bersama komunitas terkati melepaskan burung berkicau saat membuka kegiatan lomba burung berkicau di Balaikota. (MERAPI-TRI DARMIYATI)
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi bersama komunitas melepaskan burung berkicau saat membuka kegiatan lomba burung berkicau di Balaikota beberapa waktu lalu. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Keberadaan burung berkicau di Kota Yogyakarta tidak hanya untuk hobi. Tapi telah berkembang menjadi budidaya yang menguntungkan. Namun untuk menjaga kestabilan harganya kualitas burung yang berkelas harus dijaga. Pelatihan dan bimbingan teknis budidaya burung ocehan juga akan diperluas.

“Tahun 2017 kami berikan pelatihan dan bimtek budidaya burung love bird dan kenari yang mudah dilakukan. Ternyata cukup berhasil,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto dalam jumpa pers terkait lomba burung berkicau di Balaikota, Jumat (14/6).

Dia menyebut ada sekitar 50 orang yang mendapatkan pelatihan budidaya love bird dan kenari di Pakualaman. Setiap peserta mendapatkan sepasang burung kenari dan love bird setelah dua tahun, setidaknya satu pasang burung itu bisa berkembang menjadi 20 sampai 50 ekor. Harga burung love bird muda Rp 350 ribu-Rp 600 ribu dan kenari muda berkisar Rp 1 juta.

“Keuntungan budidaya burung berkicau pemeliharaan mudah, tidak perlu pakan banyak dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Makanya tahun depan kami akan coba melakukan pelatihan dan bimtek untuk budidaya burung murai batu karena sedang tren dan banyak dilombakan,” paparnya.

Namun diakuinya harga produk kegemaran seperti burung berkicau bisa mengalami naik turun. Burung yang banyak dilombakan dengan kicauan yang bagus serta banyak mendapat serfitikat hargnya akan tinggi. Tapi saat tidak digemari harga burung bisa anjlok.

“Bagaimana produk budidaya burung ini tetap berkelas dan nilai jual tinginya stabil. Salah satunya melalui fasilitasi kegiatan lomba burung berkicau untuk menumbuhkan kader-kader pembudidaya yang handal dan burung ocehan berkualitas,” tutur Sugeng.

Salah satu lomba burung berkicau yang rutin diadakan adalah Wakil Walikota Cup. Tahun 2019 Wakil Walikota Cup II akan dilaksanakan Minggu (16/6) di kompleks Balaikota Yogyakarta sekaligus memperingati HUT ke-72 Pemkot Yogyakarta.

Salah satu panitia Lomba Burung Wakil Walikota Cup II, Eko Golo menyampaikan ada 27 kelas yang akan diliombakan dengan jenis burung di antaranya murai batu, cucak hijau, kacer, pentet, love bird, beranjangan campur, kenari dan anis merah. Sudah ada 250 peserta yang mendaftar dari Yogya dan luar daerah seperti Jepara, Purwokerto dan Semarang.

“Kriteria penilaian dari irama lagu ocehan, volume suara dan gayanya,” imbuh Eko. (Tri)

Read previous post:
Pindah Penduduk Antarkecamatan Makin Mudah

YOGYA (MERAPI) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta terus melakukan inovasi layanan administrasi kependudukan, salah satunya mempermudah layanan

Close