PROSPEK BERLIPAT BUDIDAYA UNGGAS: Puyuh Pasif Bertelur Cocok untuk Kuliner

MERAPI-SULISTYANTO Kompleks kandang peternakan puyuh dibuat bersih, senyaman mungkin dan selalu terdengar suara radio.
MERAPI-SULISTYANTO
Kompleks kandang peternakan puyuh dibuat bersih, senyaman mungkin dan selalu terdengar suara radio.

PERNAH menjumpai lokasi kuliner yang menyediakan olahan burung puyuh. Saat suasana liburan Lebaran pun, tak sedikit warung tenda di pinggir jalan penyedia puyuh goreng didatangi konsumen. Bahan baku olahan burung puyuh diperoleh dari puyuh-puyuh yang sudah tak produktif bertelur atau puyuh apkir.

Seperti dijelaskan salah satu staf Bagian Litbang Demplot Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta, Bayu Kristianto SPt, peternak puyuh membeli bibit puyuh dengan umur satu sampai tujuh hari. Rata-rata umur 42 hari mulai bertelur, puncak produktif bertelur umur enam bulan sampai satu tahun. Produksi telurnya bisa 90 sampai 95 persen dari jumlah yang dipelihara. Lalu pada umur satu tahun lebih sudah menurun, karena produksi telur kurang dari 65 persen.

“Setelah umur 1,5 tahun, sudah selayaknya puyuh-puyuh diapkir. Meski masih ada yang bertelur, namun keuntungannya sangat kecil dari hasil penjualan telur dikurangi biaya pengeluaran terutama pembelian pakan,” jelas Bayu, belum lama ini.

Puyuh-puyuh sudah tak produktif bertelur, tegasnya, dapat dijual sebagai puyuh apkir untuk dimanfaatkan dagingnya. Harga jual puyuh apkir biasanya hampir sama dengan harga bibit puyuh, sehingga penjualan puyuh apkir dapat dibelikan bibit puyuh. Pembeli puyuh apkir sudah ada tersendiri, bahkan ada yang sekaligus menjual dagingnya sudah bersih maupun dimasak seperti menjadi puyuh goreng. Tak kalah penting, kebutuhan telur puyuh di masyarakat cukup banyak, misalnya untuk dijadikan sebagai telur rebus, disemur, isi tahu bakso, dibuat sate telur puyuh, diisikan pada butiran bakso maupun jenis masakan lain.

Telur puyuh banyak diyakini mempunyai nilai gizi tinggi, misalnya ada protein, beberapa jenis vitamin dan mineral. Telur-telur berkualitas bagus bisa rutin dihasilkan oleh puyuh-puyuh sehat. Adapun ikhtiar agar ternak puyuh selalu sehat, misalnya divaksin secara berkala dengan model tetes mata. Vaksin tahap pertama, yakni ketika puyuh berumur tiga sampai lima hari. Selanjutnya pada umur 10, 18 dan 24 hari. Selain ada yang model tetes mata, bisa juga tetes pada hidung dan mulut.

“Tapi karena, hidung maupun mulut burung puyuh kecil, banyak yang senang menerapkan tetes pada mata,” beber Bayu.
Faktor penting lain agar puyuh-puyuh bisa sehat dan nyaman di kandang, yakni sirkulasi udara kompleks kandang harus baik ataupun lancar. Idealnya juga kompleks kandang bisa mendapatkan sinar matahari terlebih pada pagi hari. Kandang puyuh bagian bawah dirancang sedemikian rupa, sehingga lebih memudahkan setiap akan mengambil telur-telur puyuh.

Adapun salah satu cara mencegah stres pada burung puyuh, yakni bisa dengan menempatkan radio di kompleks kandang puyuh. Setiap hari radio dinyalakan dan dapat memilih stasiun radio yang siarannya non-stop. Dengan cara ini puyuh-puyuh akan terbiasa mendengar suara asing maupun tak mudah kaget, misalnya saat ada suara mercon/kembang api. Tak ada salahnya volume radio dibuat lumayan keras, sehingga suara radio misalnya berupa musik, bincang-bincang, pengajian dan siaran wayang bisa menyebar di dalam kompleks kandang puyuh.(Yan)

Read previous post:
MERAPI-ANTARA/LUQMAN HAKIM Prof Achmad Jainuri saat menyampaikan Khutbah Idul Fitri 1440 Hijriah di Alun-alun Utara, Yogyakarta, Rabu.
KHUTBAH IDUL FITRI DI ALUN-ALUN UTARA: Sifat Positif Hasilkan Pemimpin yang Baik

YOGYA (MERAPI) - Sifat positif yang ada pada diri manusia perlu hadir dan mewarnai semua proses politik dalam Pemilu 2019

Close