KOMBINASI BAJA RINGAN DAN KAWAT STRIMIN-Kandang Satwa Bebas Rayap Diburu

Sagiman menunjukkan kandang untuk kucing dan yang masih rangka untuk kelinci. (MERAPI-SULISTYANTO)

SEIRING perkembangan zaman, kandang untuk satwa seperti ayam, burung, kelinci dan kucing dapat mengkombinasikan antara baja ringan dengan kawat strimin. Sebelum tren baja ringan, banyak yang menggunakan kayu dan bambu. Ketika tak menggunakan kayu maupun bambu kualitas bagus akan mudah lapuk, serta berpeluang dimakan rayap.

Hal demikian disampaikan pembuat kandang satwa, Sagiman. Akhir-akhir ini dia semakin laris mendapat pesanan pembuatan kandang berbahan baja ringan sebagai rangka. Lalu bagian dinding atau pembatasnya menggunakan kawat strimin. Apalagi ia dibantu anaknya dengan promosi lewat media sosial, sehingga pesanan kandang tak hanya wilayah DIY, namun ada pula dari Muntilan dan Magelang.

“Ada banyak keunggulan menggunakan baja ringan dan kawat strimin untuk membuat kandang. Apalagi saat ini harga kayu terlebih kayu kualitas keras semakin mahal,” jelas Sagiman saat ditemui di lokasi usahanya, kawasan Dadapan Godean Sleman, baru-baru ini.

Kandang satwa dengan menggunakan baja ringan dan strimin, lanjutnya, memiliki keunggulan antara lain anti rayap. Bahkan strimin dan baja ringan ada yang kualitas bagus antara lain tak berkarat. Selain itu menjadi lebih ringan, sehingga mudah dipindah-pindah dan bisa juga dibuat model bongkar-pasang. Tak ketinggalan, lebih indah dipandang, bersih serta bisa mengurangi penggunaan bambu maupun kayu.

Khususnya untuk kandang kucing, ia sendiri sudah memakai sebab anaknya senang memelihara kucing. Ukuran kandang bisa menerapkan, panjang 1,5 meter, lebar 90 centimeter dan tinggi 1,5 meter. Bagian dalam kandang diberi tempat tidur, dari lantai kandang tingginya sekitar 50 centimeter dan untuk naik diberi tangga terbuat dari baja ringan.

“Kucing biasanya senang naik tangga lalu tidur di bagian atas daripada tidur di lantai. Baik tempat untuk tidur maupun lantai kandang kami lambari keramik,” ucap Sugiman.

Lain halnya dengan kandang kelinci, ukuran bisa disesuaikan dengan permintaan konsumen, namun tak perlu diberi tangga di bagian dalam kandang. Namun perlu dirancang khusus, agar urin bisa mengalir ke seng yang dibuat seperti talang dan dilengkapi wadah penampung. Urin maupun kotoran dari kelinci dapat difermentasi untuk dijadikan pupuk organik.

Ditambahkan, harga kandang satwa terutama dipengaruhi ukuran, kualitas baja ringan maupun kawat strimin dan tingkat kerumitan dalam mengerjakan. Khususnya kawat strimin, ia hanya memberikan dua pilihan, yakni yang kualitas biasa dan kualitas bagus. Strimin kualitas biasa, harga di toko besi kisaran Rp 125.000 pergulung (panjang 10 meter). Sedangkan kualitas bagus kisaran Rp 600.000 pergulung (panjang 25 meter).

Adapun kandang untuk burung, ia paling sering menerima pesanan yang digunakan untuk penangkaran lovebird. Dalam satu kandang dapat diisi beberapa pasang lovebird. Seperti halnya belum lama ini, ada pemesan meminta untuk dibuatkan kandang lovebird dengan ukuran panjang 1,8 meter, lebar 90 cm dan tinggi dua meter. Dalam kandang ada enam tempat untuk menempatkan kotak glodok (sarang lovebird). Kesepakatan harganya Rp 700.000 perkandang. (Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KB/TK NAD Kunjungi Mako Brimob Polda DIY

RATUSAN anak-anak dari Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak Aisyiyah Nyai Ahmad Dahlan (KB/TKA NAD) Rejowinangun terlihat antusias mendengarkan penjelasan dari

Close