RUTIN DIKARANTINA SAAT ‘MABUNG’-Merak Kian Jinak dan Berstamina

Asvin mengecek merak sedang mabung di kandang karantina. (MERAPI-SULISTYANTO)

PENGGEMAR satwa hias datang dari berbagai kalangan, sehingga
memberi dampak positif bagi penangkar. Satu di antaranya penangkar
merak, baik jenis merak biru, ungu maupun putih yang berasal dari
India serta Pakistan.

Hanya saja dalam penangkaran merak butuh trik-trik tertentu agar tak
menemui banyak kendala. Seperti halnya diungkap penangkar atau
peternak merak asal Perum Candi Gebang Sleman, Asvin Poetra, kandang penangkaran idealnya minimal ukuran 4 x 4 meter persegi. Merak siap ditangkarkan, sebaiknya jika sudah di atas dua tahun. Satu ekor merak jantan dapat dijodohkan dengan dua atau tiga ekor betina.

“Ketika merak mengalami rontok bulu-bulu ekor atau biasa disebut
mabung perlu diambil dari kandang penangkaran dan ditempatkan di
kandang karantina. Satu kandang karantina cukup diisi satu merak,”
ungkap Asvin kepada Merapi, baru-baru ini.

Penempatan merak di karantina, sebutnya, ada beberapa tujuan antara lain menjadikan merak bisa lebih jinak. Pasalnya, bisa banyak
berinteraksi dengan pemilik serta anggota keluarga pemilik. Bahkan
ketika ada warga ingin melihat maupun memegang merak yang dikarantina dibolehkan. Selain itu saat dikarantina diberi pakan-pakan berkualitas, sehingga kian mendukung merak lebih berstamina.

Menurutnya masa mabung biasa terjadi usai musim kawin, lamanya antara empat sampai enam bulan. Khususnya merak jantan, usai mabung akan muncul bulu-bulu ekor yang menawan. Bulu-bulu ekor ini sering dipamerkan pada merak-merak betina saat musim kawin, biasanya antara Agustus sampai Februari. Pada musim kawin, merak betina dapat bertelur empat kali periode antara tujuh sampai 15 butir telur.

“Agar telur-telur menetas, selain bisa model dierami induknya
langsung, bisa juga menggunakan mesin tetas. Jika menggunakan mesin tetas, harus telaten membalik telur sehari dua kali, pagi dan sore hari,” beber Asvin.

Rata-rata setelah 28 hari, telur merak akan menetas. Anakan atau
kuthuk merak lalu ditempatkan di kandang khusus yang diberi
lampu penghangat. Pakan utama yang rutin diberikan pada anakan merak
cukup voer kering buatan pabrik. Selain itu bisa diberi ulat Hongkong
pada pagi hari. Setelah remaja dan dewasa, pakan merak selain wujud
voer dapat juga diberi pucuk rumput, biji-bijian beberapa jenis
serangga maupun cacing.

Pakan-pakan alami tersebut diyakini dapat membantu menjaga daya tahan
tubuh satwa merak terhadap serangan penyakit. Adapun minuman merak
bisa menggunakan air sumur biasa diberi probiotik. Fungsi dari
probiotik, misalnya dapat mendukung kesehatan secara umum termasuk
sistem pencernaan dan mengurangi bau kotoran. Wadah pakan dan minuman ditempatkan di dalam kandang dan dibuat agar tak mudah tumpah.

“Khususnya satwa merak sampai saat ini harga masih tinggi. Tidak tahu kalau suatu saat sudah banyak yang bisa menangkarkan,” tambah Asvin.
Penggemar satwa ini antara lain ada pengusaha, pejabat, artis,
pensiunan maupun pemilik satwa hias yang berusaha bisa menangkarkan.

Harga sepasang anakan merak biasa dari Rp 10 juta sampai Rp 15 juta perpasang. Ketika ada pembeli dari luar daerah dan tak bisa mengambil langsung, bisa diantar pihaknya maupun lewat jasa pengiriman paket yang sudah biasa mengirim satwa. Lain halnya dengan satwa ayam hias yang asalnya juga dari luar negeri, misalnya jenis ayam serama, brahma, ringneck, cochin dan golden pheasant. Harga anakan ayam-ayam ini di bawah Rp 5 juta perpasang. Meski awalnya berasal dari luar negeri, dalam perkembangannya bisa ditangkarkan di Indonesia. (Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Mengenal Melati Suci Indonesia, Metode Penyembuhan dengan Pernafasan

KETERTARIKAN masyarakat terhadap ilmu pernapasan dan tenaga batin terus mengalami peningkatan. Selain untuk kesehatan, kebugaran tubuh, memperdalam ilmu pernapasan juga

Close