Piyik Murai Dibawa ke Tempat Kerja

Hadi dan piyik murai batu yang masih diloloh, rata-rata setiap 30 menit. (MERAPI-SULISTYANTO)

PENGGEMAR murai batu datang dari berbagai kalangan termasuk generasi muda. Sebagian bahkan sudah piawai menangkarkan jenis burung berkicau populer ini. Agar tingkat produktivitasnya kian tinggi, tak jarang anakan atau piyik murai umur sekitar seminggu diambil dari kandang penangkaran. Selanjutnya piyik tersebut diloloh oleh pemilik murai.

Hal seperti ini telah dilakukan penangkar murai asal Ngrajek Mlati Sleman, Hadi Susanto yang bekerja perusahaan swasta pengiriman paket di kompleks stasiun Lempuyangan Yogya. Jam kerjanya biasa dari pukul 08.00 sampai 20.00, sehingga ia perlu membawa piyik-piyik murai yang masih diloloh. Piyik umur antara tujuh sampai 15 hari perlu diloloh rata-rata setiap 20 menit. Lain halnya jika umur sudah lebih 15 hari, rata-rata diloloh setiap 30 menit.

“Saya biasa membawa piyik murai sering disebut juga trotholmenggunakan kotak khusus, bisa terbuat dari papan kayu maupun kertas kardus. Saat berada di tempat kerja, teman-teman sudah tahu saya biasa nyambi ngloloh anakan murai,” ujar Hadi kepada Merapi, baru-baru ini.

Menurutnya, induk murai setiap tahap bertelur antara dua sampai tiga butir. Saat ini di rumahnya ada tiga pasang murai dan dua pasang di antaranya bisa produktif bertelur serta menetas dengan baik. Piyik umur seminggu biasa diambil lalu diloloh sendiri. Ada jenis pakan khusus untuk meloloh, caranya cukup dicampur air matang hangat sehingga bisa berwujud pasta. Sebagai pakan tambahan dapat diberi jangkrik yang sudah dihilangkan kaki dan kepalanya, bisa pula kroto dan ulat kandang.

“Anakan murai batu mulai belajar makan sendiri sekitar umur 25 hari. Lalu antara 30 sampai 35 hari sudah biasa makan sendiri, sehingga sudah bisa juga dijualbelikan. Ketika masih anakan dapat rutin diberi voer atau pakan buatan pabrik yang masih lembut. Pada umur ini murai sudah bisa juga dimaster dengan suara ocehan lain seperti kapas tembak, cililin, cucak ijo dan jalak uren,” jelas Hadi. (Yan)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-SUKRO RIYADI Sapon menunjukkan foto alm Imam Saputra yang meninggal di Malaysia.
JASAD MENGAPUNG DI SUNGAI-Pekerja Asal Bantul Tewas Misterius di Malaysia

KRETEK (MERAPI)- Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Mulekan, Tirtosari, Kretek, Bantul, Imam Saputra ditemukan tewas di Malaysia. Jasadnya mengapung

Close