Puas Rawat Anggrek Sejak Bibit

BAGI penggemar tanaman anggrek, akan menjadi kepuasan dan kebanggan tersendiri jika mampu memelihara anggrek sejak bibit sampai dewasa dan rajin berbunga. Apalagi bibit-bibit anggrek dibeli ketika masih dalam botol. Sebab cara mengeluarkan bibit sampai merawat tanaman tersebut membutuhkan ketelatenan maupun kesabaran.

“Bibit-bibit anggrek yang dibeli masih berada di botol, perlu merawatnya sekitar dua tahun agar bisa rajin berbunga. Tak jarang sebelum remaja sudah ada yang mati, seperti dipicu karena busuk bagian akar-akarnya. Namun yang jelas, banyak penggemar anggrek merasa lebih bangga, senang serta puas jika berhasil merawat anggrek sejak masih bibit,” jelas kru penjualan anggrek di kawasan Sidoarum Sleman, Agus Kusworo kepada Merapi, baru-baru ini.

Kiat mengeluarkan bibit anggrek masih dalam botol, sebutnya, botol perlu diisi air dahulu sampai agak penuh. Selanjutnya botol dikocok agar media tanam yang mirip agar-agar di dalam botol bisa hancur. Setelah itu bibit anggrek diambil satu per satu, misalnya menggunakan kawat pengait. Jumlah bibit di dalam botol, biasa disesuaikan ukuran botol, tapi rata-rata antara 25 sampai 75 bibit. Ketika semua bibit sudah dikeluarkan dari botol direndam sejenak pada larutan vitamin B1 antara lain untuk mencegah stres pada tanaman.

Usai direndam sejenak, segera diangin-anginkan sampai agak kering, yakni sekitar 15 menit. Tahap selanjutnya, menanam bibit anggrek menggunakan media tanam yang ditempatkan dalam pot. Selain sendiri-sendiri dalam pot kecil, bisa juga ditanam bergerombol atau model kompot. Jika model kompot, suatu saat perlu memisah lagi di pot-pot tersendiri. Sebelum umurnya lebih seminggu, bibit anggrek ini belum boleh dipupuk, sebab kalau dipupuk malah memicu busuk akar.

“Penempatan bibit anggrek, sebaiknya juga jangan terkena sinar matahari maupun hujan secara langsung. Kalau umur sudah satu tahun, apalagi jenis dendrobium sering terkena hujan maupun sinar matahari langsung tak masalah,” terang Agus.

Adapun media tanam untuk selain menggunakan arang maupun pakis remuk yang ditempatkan di pot, dapat juga memanfaatkan papan pakis. Bahkan bisa kayu-kayu berkarakter unik, misalnya kayu kopi diikat dan digantung. Ada lagi yang senang menempelkan anggrek di batang pohon-pohon berkayu. Khususnya jenis dendrobium lebih senang ditempatkan di lokasi yang banyak mendapatkan sinar matahari dan sirkulasi udaranya bagus.

Sedangkan pemupukan rutin yang perlu diterapkan, yakni ada dua kategori, pupuk jenis pertumbuhan dan pembungaan. Pertumbuhan diberikan secara rutin ketika anggrek belum saatnya berbunga. Sedangkan pupuk pembungaan, diberikan antara lain jika anggrek sudah ada tanda-tanda muncul kuncup bunga. Ketika pupuknya rutin diberikan serta kesehatan tanaman terjaga dengan baik, diharapkan bisa rajin berbunga.

“Pupuk selain mendukung kesehatan tanaman, berperan pula pada kualitas bunga seperti dari tingkat kecerahan warna sampai ukuran bunga. Berbagai pupuk termasuk yang khusus tanaman anggrek sudah diproduksi beberapa produsen pupuk. Begitu juga obat-obatannya, baik sifatnya kimia atau organik,” papar Agus di akhir perbincangan. (Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Serunya Naik Jip Wisata di Kampoeng Traveler Sendangsari Kulonprogo

KULONPROGO kini punya segudang objek wisata yang menarik untuk dikunjungi selama libur akhir tahun 2018. Mayoritas di antaranya, memamerkan keindahan

Close