Bonsai Lokal dan Impor Ramaikan Ajang Pameran Sampai Kontes

Sigit dan salah satu bonsai lohansung koleksinya. (MERAPI-SULISTYANTO)

BERAGAM tanaman cocok dijadikan sebagai bonsai. Sebagian berasal dari tanaman lokal, namun ada pula tanaman yang asalnya dari luar negeri atau import. Hanya saja jenis tanaman import sudah lama bisa diperbanyak di Indonesia, misalnya lohansung dan zecopa.
Penggemar bonsai yang juga anggota Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang DIY, RM Sigit Setyo Negoro termasuk yang memiliki koleksi bonsai baik lokal maupun import. Bonsai tanaman lokal, antara lain serut, beringin, asam Jawa, kemuning, jeruk kingkit dan cemara udang. Sedangkan bonsai importnya antara lain zecopa serta lohansung. Sebagian sudah ditanam di pot-pot bonsai dan sebagian lagi masih ground

Penggemar bonsai yang juga anggota Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang DIY, RM Sigit Setyo Negoro termasuk yang memiliki koleksi bonsai baik lokal maupun import. Bonsai tanaman lokal, antara lain serut, beringin, asam Jawa, kemuning, jeruk kingkit dan cemara udang. Sedangkan bonsai importnya antara lain zecopa serta lohansung. Sebagian sudah ditanam di pot-pot bonsai dan sebagian lagi masih ground atau ditanam di tanah (bagian dari pemograman menjadi bonsai berkualitas).

“Khususnya yang sudah ditanam di pot-pot bonsai, sewaktu-waktu dapat diikutkan dalam ajang pameran sampai kontes bonsai,” ungkap Sigit, baru-baru ini.

Ditemui di tempat tinggalnya kawasan Kebonagung Tridadi Sleman, lelaki ramah ini mengungkapkan, ketika mengikuti ajang pameran maupun kontes bonsai akan mendapatkan banyak manfaat. Selain bisa bertemu dengan sesama penggemar bonsai, bisa juga saling tukar pengalaman dan wawasan seputar bonsai. Saat pameran serta bursa, tak jarang juga ada bonsai yang disenangi atau terbeli. Tak kalah membahagiakan dan menjadi kebanggaan tersendiri, jika koleksi bonsainya terpilih menjadi juara kontes. 

Dalam waktu dekat, lanjutnya, ia akan membawa lima bonsai baik yang kategori lokal maupun import dalam even Bonsai in The Jewel of Java di Gedung Kesenian Kulonprogo. Tepatnya mulai 1 sampai 7 Januari 2019. Adapun lima tanaman bonsai yang tengah disiapkan untuk meramaikan atau berpartisipasi dalam even tersebut, yaitu bonsai jeruk kingkit maupun lohansung. Semua sudah dibentuk (ditraining) oleh trainer/master bonsai asal DIY, Sugiyanto.

“Bonsai yang akan kami bawa sudah pilihan, berkualitas atau kelas kontes. Sebagian mewakili jenis bonsai lokal dan sebagian lagi import. Paling banyak jenis jeruk kingkit, dan yang jenis import terutama lohansung,” beber Sigit.

Ditambahkan, lohansung termasuk tanaman cocok dibuat bonsai yang awalnya berasal (import) dari Taiwan. Ketika masih di habitat aslinya lohansung atau Podocarpu menyerupai cemara dengan tinggi pohon rata-rata sampai 25 meter. Daun tanaman ini memang kecil dan tebal, namun memiliki batang dan ranting yang kuat. Tampilan ranting, batang sampai daun-daunnya cukup khas dan berkarakter. Lohansung bisa mencapai umur hingga ratusan tahun, yang membawa konsekuensi yaitu membutuhkan waktu puluhan tahun baru bisa disebut matang ketika dibonsai.

“Bonsai dari jenis lohansung sudah banyak diikutkan dalam pameran, bursa sampai kontes bonsai. Tak sedikit juga berhasil terpilih menjadi juara dalam beberapa kelas,” imbuhnya. (Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PANGKALAN DI MALIOBORO TERBATAS-Operasional Becak dan Andong Segera Diatur

DANUREJAN (MERAPI) - Meskipun disediakan ruang parkir becak dan andong di sisi barat pedestrian Malioboro, sebagian angkutan tradisional itu terkadang

Close