PENGGEMAR BONSAI BERTAMBAH-Diharapkan Kian Moncer dan Memasyarakat

Sebagian pengurus dan anggota Tunggak Mrajak foto bersama. (MERAPI-SULISTYANTO)

PENGGEMAR tanaman bonsai kian bertambah, bahkan tak sedikit generasi muda semangat bergabung di perkumpulan ataupun paguyuban penggemar bonsai. Saat digelar pertemuan, banyak antusias yang datang antara lain dapat sebagai ajang silaturahim, berbagai wawasan, musyawarah agenda kedepan sampai demo perawatan maupun pembentukan (training) bonsai.

Salah satu paguyuban penggemar bonsai tetap eksis dan kian bertambah anggotanya, yakni Tunggak Mrajak. Jumlah anggotanya sampai akhir tahun ini ada kisaran 130 anggota. Paguyuban ini berdiri pada 2010 silam dan deklarasinya 2013 di kompleks Museum Soeharto Sedayu Bantul. Setiap tiga bulan sekali digelar pertemuan, baik pengurus maupun anggota antusias datang. Seperti halnya, Minggu (16/12) lalu, ratusan anggota datang di pertemuan dengan tempat di rumah Pelindung Tunggak Mrajak, Subaryana kawasan Sumberagung Moyudan Sleman.

Menurut Subaryana, seiring perjalanan waktu Tunggak Mrajak mengalami perkembangan menyenangkan. Satu di antaranya jumlah anggota kian bertambah, bahkan muncul wajah-wajah baru dari kalangan generasi muda. Semangat mengoleksi dan mempunyai bonsai kualitas bagus pun kian bertambah. Beberapa sisi positif seperti ini diharapkan akan berperan dalam memasyarakatkan bonsai serta bidang ini kian moncer.

“Ketika ada yang memandang negatif, seperti asal dongkel, kita selalu berpesan untuk bisa mengganti tanaman tersebut dengan tanaman baru. Syukur dengan jenis yang sama. Selain itu penggemar bonsai sudah banyak yang mampu memperbanyak tanaman yang cocok dibonsai, misalnya dengan cangkok, batang serta biji,” tutur Baryana.

Sementara itu Ketua Tunggak Mrajak, Bowongso menjelaskan, sejak tiga bulan lalu Tunggak Mrajak mempunyai kepungurusan baru. Periode pengurus baru mulai 2018 sampai 2020 atau selama dua tahun. Sebagai Pelindung, yakni Subaryana dan Koko S. Sedangkan ketua, ia sendiri sedangkan wakil ketua dipegang Limpat WH. Sekretaris Hana Khan dan Bobby. Bendahara Harmoko Sukindro serta Antono. Selain itu dilengkapi humas, barat (Suparyadi), timur (Prash Vino), selatan (Siswanto), utara (Dedy Jodang) dan tengah (Erwin Timbul).

“Awal Januari 2019, kami akan membuka stan bursa pada pameran dan kontes bonsai <I>Bonsai in The Jewl of Java<P> di kompleks Gedung Kesenian Kulonprogo,” papar Bowo.

Limpat menambahkan, selain mengikuti bursa pada even yang diprakarsai Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) tersebut, sebagian anggota dan pengurus Tunggak Mrajak akan mengikutkan bonsai-bonsai berkualitasnya pada kontes bergengsi tersebut. Adapun kelas kontes yang dapat dipilih, yakni kelas prospek, regional, madya dan utama. Beberapa paguyuban atau komunitas bonsai di DIY dan sekitarnya, bahkan dari berbagai daerah di Indonesia antusias juga mengikuti bursa maupun kontes bonsai di even <I>Bonsai in The Jewl of Java<P> tersebut. (Yan)

 

Read previous post:
Jamu Alami Atasi Mogok Bertelur

BAGI peternak satwa burung dan ayam hias, pasti pernah mengalami piaraannya ini mogok bertelur. Penyebabnya antara lain karena faktor usia

Close