Jenis Eldel Sanger Mudah Ditangkarkan

Bang Irul saat mengecek sanger yang ditangkarkannya. (MERAPI-SULISTYANTO)

MASIH eksisnya jagat burung berkicau atau ocehan memberi semangat tersendiri untuk menggeluti aneka usaha di bidang ini. Selain usaha jual-beli, jalur lain seperti penangkaran, penjualan maupun peracikan pakan sampai pembuatan sangkar ocehan juga memiliki prospek cerah. Bahkan kombinasi dari beberap jalur usaha terkait ocehan.

Seperti yang dilakukan Valentino Khaerul atau akrab disapa Bang Irul yang menekuni penangkaran dan jual beli ocehan. Lelaki yang tinggal di kawasan Minggir Sleman ini menerjuni aneka ocehan, baik dengan postur badan besar maupun sedang sampai kecil. Khusus penangkaran, ia lebih senang dengan ocehan berpostur kecil terutama eldel sanger atau biasa disebut sanger.

Menurutnya, jenis ocehan yang masih sekerabat dengan kenari ini tak sulit ditangkarkan. Apalagi panjang badan kisaran 10 hingga 12 centimeter, tak banyak makan tempat. Bahkan untuk menangkarkannya bisa cukup menggunakan sangkar ukuran sedang lalu ditempelkan pada tembok. Penangkaran paling ideal berada di lokasi yang nyaman dan tenang.

“Sama halnya kenari dan lovebird, untuk menangkarkan sanger bisa menggunakan sangkar yang ditempel pada tembok. Jenis pakannya juga biji-bijian seperti kenari, antara lain campuran otek, milet, biji sawi dan kenari seed. Sebagai pakan tambahannya atau diberikan berkala sayur selada, sawi, buah apel dan pir,” beber Bang Irul, kemarin.

Ditemui di tempat tinggal sekaligus lokasi usahanya, lelaki kelahiran Sumatera Selatan ini menambahkan, sepasang sanger yang sudah berjodoh setiap tahap bertelur kisaran tiga butir. Masa pengeraman telur sampai menetas dua minggu. Lalu akan mengasuh anakan sanger sampai umur anakan sekitar 1,5 bulan atau sudah layak disapih. Setelah disapih, anakan sanger dapat ditempatkan di sangkar tersendiri.

“Anakan sanger setelah disapih harga yang jantan sekarang ini kisaran Rp 400.000 perekor. Kalau betina antara Rp 250.000 sampai Rp 300.000 perekor. Lain halnya dengan sepasang indukan, rata-rata dibanderol Rp 1,2 juta perpasang,” jelasnya.

Meski ocehan jenis sanger berpostur kecil dan warna bulunya dominan abu-abu, namun tetap mempunyai penggemar tersendiri. Selain itu, ocehannya yang merdu, nyaring dan khas. Bahkan biasa dijadikan burung master, yakni suaranya bisa ditiru ocehan yang dilombakan antara lain kenari. Ketika kenari mempunyai ocehan bervariasi termasuk ada suara sanger, akan memiliki nilai lebih ketika dilombakan.

“Kendala penangkaran sanger, terutama saat musim dingin atau penghujan kadang sulit bertelur. Ataupun kalau bertelur dan dierami kadang tak ada satu pun telurnya yang menetas,” imbuh Bang Irul.

Selain sanger, beberapa ocehan dengan postur kecil seperti ciblek, gelatik, kenari, blackthroat dan branjangan tetap punya penggemar fanatik. Bahkan ada yang membentuk semacam paguyuban lalu rutin menggelar kopdar, latihan bersama maupun lomba khusus untuk anggota paguyuban. Baru-baru ini, branjangan asal Vietnam biasa disebut sonca juga kian banyak penggemarnya. Meski postur kecil, namun suaranya tak kalah merdu dengan ocehan berpostur sedang/besar.  (Yan)

Read previous post:
Walikota Wacanakan Diskon Sembako Pasar Tradisional

DANUREJAN (MERAPI) - Pemerintah Kota Yogyakarta mewacanakan adanya potongan harga atau diskon kebutuhan pokok di pasar tradisional. Kecenderungan kenaikan harga

Close