Lobster Hias Merah Kian Digandrungi Hobiis

Giyono saat menjual lobster hias merah serta cupang hasil budidayanya sendiri. (MERAPI-SULISTYANTO)

LOBSTER air tawar dapat dikelompokan sebagai konsumsi maupun hias. Jenis lobster merah termasuk yang cukup favorit untuk dijadikan satwa hias, misalnya ditempatkan di kolam taman, akuarium atau wadah-wadah lain.

Guna membudidayakan lobster hias merah pun tak rumit, sehingga warga kawasan Jalan Magelang Mlati Sleman, Sugiyono senang membudidayakan lobster merah. Hasil dari budidaya lobster merah banyak dijual sendiri seperti keliling di dekat sekolah serta pasar-pasar. Ada pula yang dititipkan di beberapa kios ikan hias.

“Alhamdulillah, peminat lobster hias merah datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak TK sampai orang dewasa senang memelihara satwa hias dari keluarga udang-udangan ini,” ungkap Giyono, baru-baru ini.

Ditemui saat berjualan di timur Pasar Bonagung Minggir, bapak dari tiga anak ini menegaskan, senang membudidayakan dan menjual lobster hias merah sebab peminatnya cukup banyak. Hal serupa juga berlaku untuk ikan hias jenis cupang atau sering disebut beta. Dia sendiri juga sudah mampu membudidayakan atau memijahkan cupang, tak perlu kulakan untuk dijual sendiri.

“Untuk membudidayakan jenis lobster ini sebaiknya umur sudah di atas empat bulan. Yang jenis jantan pada bagian perut seperti ada titik pusar, kalau betina tidak ada,” urainya.

Selain model pasangan satu jantan dan satu betina, lanjut Giyono, dalam mengawinkan lobster bisa juga dengan mencampurkan lima betina dan tiga jantan lobster. Tempat mengawinkan atau memijahkan dapat di bak kolam, kolam terpal maupun akuarium. Tempat pemijahan perlu rutin dicek setiap hari dan jika melihat telur-telur mengampung di permukaan air segera diambil, lalu ditempatkan di tempat berbeda.

“Kalau yang model satu jantan dan satu betina, bisa juga lobsternya yang diambil dan telurnya dibiarkan sampai menetas atau berubah menjadi larva,” paparnya.

Setiap tahap bertelur, rata-rata ada 100-an telur. Telur yang sudah berubah menjadi larva perlu perawatan sebaik mungkin agar tak terserang penyakit dan banyak yang mati. Pembersihan air dilakukan secara rutin, misalnya jika air sudah mulai berubah warna dan ada lemak yang mengapung ke atas segera dibersihkan atau perlu penggantian air sekitar separuhnya. Penggantian air dilakukan juga seminggu sekali, meski air masih tampak bersih.

Ketika anakan lobster hias merah berukuran satu sampai dua centimeter, tempat pemeliharaan perlu diberi aerator dan penyaringnya lengkap. Hal ini akan mendukung kesehatan ikan maupun menjaga kualitas air tetap bagus. Selain itu dapat ditambahkan potongan paralon serta tumbuhan air sebagai tempat persembunyian lobster.

“Lobster dengan umur 1,5 sampai dua bulan sudah dapat dijualbelikan. Dengan umur ini saya menjualnya rata-rata Rp 5.000 perekor. Cara menjualnya setiap ekor bisa ditempatkan di gelas plastik yang ada tutupnya. Bagian tutup diberi lubang, lalu diberi tanaman air jenis mawar apu yang mudah diperoleh di sawah-sawah,” jelas Giyono. (Yan)

 

Read previous post:
22 Desa di Kulonprogo Rawan Banjir

WATES (MERAPI) - Sebanyak 22 desa di wilayah Kulonprogo rawan terjadi banjir pada musim hujan tahun ini. Penyebabnya, sungai yang

Close