LOMBA SENI SUARA BURUNG BERKICAU PIALA RAJA HAMENGKU BUWONO X KE-19 – 6000 Burung Berkicau Berkumpul di Prambanan

MERAPI-ISTIMEWA Kemeriahan dalam lomba burung berkicau Piala Raja Hamengku Buwono X ke- 19.
MERAPI-ISTIMEWA
Kemeriahan dalam lomba burung berkicau Piala Raja Hamengku Buwono X ke- 19.

PRAMBANAN (MERAPI) – Ribuan burung berkicau meramaikan lapangan pelataran Candi Prambanan, untuk mengikuti lomba seni suara burung berkicau Piala Raja Hamengku Buwono X ke-19, Minggu (23/9) pagi.

Acara garapan Pelestari Burung Indonesia (PBI) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY ini menjadi magnet bagi kicaumania, penggemar dan pelestari burung di seluruh Indonesia. Sekitar 6000 burung dari berbagai daerah Indonesia seperti Riau, Batam, Kalimantan, Makasar, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan yang lainnya berkumpul menjadi satu dalam ajang bergengsi ini.

Pelaksanaan lomba seni suara burung berkicau Piala Raja Hamengku Buwono X XIX bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun PBI ke-45. Dalam acara tersebut, GBPH H Prabukusumo memotong tumpeng yang diberikan kepada ketua PBI Pusat, H Bagya Rahmadi. Trofi piala raja pun diberikan oleh GBPH H Prabukusumo kepada Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, Rose Sutikno yang diteruskan kepada ketua PBI.

Dalam acara tersebut PBI memberikan piagam secara simbolis kepada para penangkar burung. Tak hanya itu, secara simbolis dilakukan pula penyerahan lebih dari 50 ekor burung seperti jalak suren, pleci dan lainnya yang akan dilepas di lereng gunung merapi.

Ketua PBI Pusat, H Bagya Rahmadi, mengatakan bahwa pelaksanaan lomba ini merupakan yang ke-19 kalinya. Ia berharap dengan usia yang ke-45 ini PBI dapat terus melestarikan keberadaan burung kicau di Indonesia.
Lomba terbagi kedalam beberapa kelas yakni kelas Maharaja, Prameswari, Sekar Kedaton, Pariwisata, dan Bintang PBI. Berbagai burung yang dilombakan meliputi murai batu, cucak rowo, kacer, love bird, kenari dan yang lainnya.

Arena lomba terbagi dalam 4 lapangan yaitu A, B, C, dan D, setiap lapangan memiliki 60 gantangan. Para juri berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bali, Jawa Timur dan yang lainnya.

Dikatakan Rose Sutikno selaku Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, disamping merupakan event kepariwisataan, lomba seni suara burung berkicau membawa multiplayer effect bagi kepariwisataan di DIY, diantaranya berkembangnya industri sangkar burung serta aksesorisnya,memunculkan aneka usaha baru seperti usaha produksi dan pedagang pakan burung, ataupun pengusaha makanan dan minuman di arena lomba.

“Selain untuk melestarikan keberadaan burung, juga untuk meningkatkan kunjungan wisata di Yogyakarta sekaligus dapat meningkatkan perekonomian warga,” jelas Rose Sutikno.

Mewakili PBI Semarang, PBI Bali, PBI Bekasi, ketua PBI Jawa Timur Heri Sugiyono mengapresiasi penyelenggaraan lomba seni suara burung berkicau Piala Raja Hamengku Buwono X ke-19. Ia menilai animo pengunjung maupun peserta tak surut dengan adanya berita hoaks mengenai isi Peraturan Menteri (Permen) LHK nomor 20 tahun 2018, yang mengabarkan bahwa yang sedang memelihara atau menangkar burung seperti murai batu, pleci, cucak rawa dan lainnya akan dipidana.

“Melalui Permen 20 tahun 2018, justru pemerintah ingin agar satwa tersebut terjaga kelestariannya,” ujar Heri Sugiyono.

Untuk meramaikan acara, berbagai doorprize juga dibagikan ketika acara berlangsung, seperti satu unit sepeda motor, dua unit sepeda, dua unit tv, dan tiga unit HP. (Tri)

 

Read previous post:
Petani Njenengan Kembangkan Mina Padi Kolam Dalam

DEPOK (MERAPI) - Petani Dusun Njenengan Desa Maguwoharjo Kecamatan Depok Sleman mengembangkan budidaya mina padi kolam dalam. Metode ini menghasilkan

Close