Ratusan Ekor Derkuku Berebut Piala Raja

Tim juri mengenakan pakaian tradisional Jawa saat menilai derkuku yang dilombakan. (MERAPI-SULISTYANTO)
Tim juri mengenakan pakaian tradisional Jawa saat menilai derkuku yang dilombakan. (MERAPI-SULISTYANTO)

LOMBA seni suara burung derkuku Piala Raja – Hamengku Buwono Cup 2018 masih menjadi barometer lomba derkuku tingkat nasional. Setiap kali digeber, penggemar derkuku atau deku mania dari berbagai daerah antusias datang. Apalagi selalu ada kekhasan tersendiri. Seperti halnya lomba derkuku Piala Raja di Alun-alun Selatan Kraton Yogyakarta Minggu (9/9) diikuti ratusan ekor derkuku. Semua tim juri juga mengenakan pakaian tradisional Jawa.

“Tak hanya mendengarkan suara-suara derkuku berkualitas. Setiap melihat lomba burung derkuku Piala Raja, biasa ada prosesi prajurit menyerahkan piala bergilir serta pelepasan derkuku ke alam saat pembukaan lomba. Sekarang ini ada yang unik lagi, semua tim juri mengenakan pakaian tradisional,” urai deku mania asal Bantul, Syafrudin saat ditemui di sela-sela acara.

Pada kesempatan ini sekitar 180 ekor derkuku kualitas lomba dilombakan dan terbagi dalam tiga kelas yaitu pemula (dua blok), yunior (dua blok) serta senior (satu blok). Juara I sampai III masing-masing kelas berhak memperoleh trofi khusus Hamengku Buwono. Pada kelas senior, derkuku bernama Narasoma milik B2W Bird Farm Sleman mampu menjadi juara I, sedangkan juara II dan III ditempati, Anugrah milik Kohliang (Jakarta) dan Romario milik Asril (Jakarta).

Ditemui di sela-sela lomba, GBPH Prabukusumo SPsi kepada wartawan menjelaskan, kegiatan lomba derkuku seperti ini mempunyai banyak manfaat seperti dapat menyemangati para deku mania maupun pembudidaya derkuku dalam meningkatkan kualitas derkuku. Saat dilombakan, lalu bisa menjadi juara apalagi sifatnya nasional akan mendongkrak harga derkuku bersangkutan. Ketika ditangkarkan, anakan-anakannya pun banyak yang ingin bisa membeli.

“Manfaat penting lain, misalnya berdampak bagus bagi sektor pariwisata di DIY dan dari segi ekonomi antara lain aneka pakan sampai sangkar berkualitas untuk derkuku makin dicari. Sangkar derkuku buatan pengrajin di DIY seperti di Sedayu banyak dikenal juga bagus kualitas dan laris di pasaran,” tutur GBPH Prabukusumo.

Sementara itu Rose Sutikno SH MM mewakili kepala Dinas Pariwisata DIY menuturkan, lomba derkuku bergengsi dengan tajuk Piala Raja ini terselenggara berkat kerjasama antara Persatuan Pelestari Derkuku Seluruh Indonesia (PPDSI) dan Dinas Pariwisata DIY. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mendukung usaha pelestarian derkuku dan dapat meningkatkan jumlah wisatawan serta lama tingga wisatawan di DIY.

“Beberapa tujuan wisata seperti ini dapat diwujudkan, misalnya dengan membuat beberapa kegiatan termasuk di antaranya lomba derkuku Piala Raja,” ujarnya.

Adapun derkuku-derkuku jawara lainnya, yakni di kelas yunior berhasil menjadi juara I sampai III sebagai berikut: Basudewa – B2W Bird Farm (Sleman), Pesona – B2W (Sleman) dan Kanjeng Bandoro – Danang (Yogya). Jawara I sampai III kelas pemula, yaitu Gading – Kohliang (Jakarta), Kancil-H Widodo (Bekasi) dan Pujangga – Hendro (Bali). Tim juri diambilkan yang sudah biasa menilai di tingkat nasional dan berasal dari beberapa daerah di Indonesia, antara lain ada Gito, Arif, Pono, Ali, Sodiq, Siswo, Tanto, Arif B, Junaidi dan Guntur. (Yan)

 

Read previous post:
Nilai Dolar Naik, Perajin Rotan Trangsan Nikmati Untung Pasar Ekspor

SUKOHARJO (MERAPI) - Perajin rotan asal Desa Trangsan, Kecamatan Gatak menikmati keuntungan dari melemahnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap

Close