Sebarkan ‘Virus’ Pertanian Organik

MERAPI-SULISTYANTO Hasil panenan sayur organik siap dipasarkan.
MERAPI-SULISTYANTO
Hasil panenan sayur organik siap dipasarkan.

ANEKA tanaman sayur seperti kangkung, bayam, sawi, loncang dan kacang panjang tumbuh dengan subur. Sebagian ditanam di tanah langsung, sebagian lagi di plastik polybag. Semua tampil segar termasuk yang sudah dipanen, padahal aneka jenis sayur tersebut tanpa diberi pupuk maupun obat-obatan kimia.

Inilah sekilas gambaran, kebun sayur organik yang dikelola Komunitas Pertanian Organik Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY). Pengurus komunitas ini terdiri dari belasan mahasiswa Prodi Agro Teknologi Fakultas Agro Industri kampus setempat dan telah banyak menularkan ilmunya kepada siapa saja yang tertarik menerjuni pertanian organik.

“Kami siap menyebarkan ‘virus’ seputar pertanian organik. Kelompok-kelompok pertanian organik binaan kami sudah mampu rutin memanen sayur daun dan buah. Kebun yang kami kelola juga rutin panen, antara lain bisa kami pasarkan di kompleks kampus maupun masyarakat sekitar,” ungkap salah satu pengurus Komunitas Pertanian Organik UMBY, Yusuf FU, baru-baru ini.

Jenis sayur sudah dibudidayakan secara organik, misalnya sawi, kangkung, bayam, loncang, seledri dan kacang panjang. Sebagian di tanah langsung dan sebagian lagi di plastik polybag. Pupuk rutinnya jenis pupuk organik cair, hasil fermentasi limbah sayur, buah maupun dedaunan. Sedangkan pupuk dasarnya sewaktu awal menanam, yakni berbahan kotoran ternak.

“Awal-awal dulu, kami hanya menanam menggunakan plastik polybag saja. Jumlahnya sampai ribuan. Saat ada mahasiswa KKN, kami dari komunitas sering juga diundang untuk membina masyarakat seputar pertanian organik,” jelas salah satu dewan pembina komunitas setempat, Rahmat AP.

Dekan Fakultas Agro Industri UMBY, Ir Wafit Dinarto MSi, berharap adanya komunitas tersebut akan mendukung tersedianya bahan pangan sehat. Apalagi kian banyak warga yang sadar tentang pangan sehat. Bahkan untuk membudidayakan tanaman secara organik tersebut bisa tanpa lahan luas, misalnya cukup menggunakan plastik polybag.
“Ada rencana juga kebun organik di sini akan kami kembangkan di tempat lebih luas lagi,” tegasnya. (Yan)

 

Read previous post:
Antisipasi KPK Gadungan

  MODUS penipuan makin beragam. Ada saja akal penjahat untuk mengelabui korbannya. Seperti yang dialami para peternak sapi di Sedayu

Close