PROSPEK BUDIDAYA TANAMAN BUAH – Mantapnya Alpukat Mentega Berdaging Tebal

MERAPI-SULISTYANTO Kadam menunjukan buah alpukat jenis mentega dari pohon yang ditanamnya.
MERAPI-SULISTYANTO
Kadam menunjukan buah alpukat jenis mentega dari pohon yang ditanamnya.

PECINTA tanaman buah sudah selayaknya memiliki tanaman buah alpukat jenis mentega. Kualitas daging alpukat mentega lebih mantap, tebal dan berasa legit manis. Selain bisa dikonsumsi sendiri, budidaya tanaman buah alkpukat juga memiliki prospek cerah untuk menghasilkan rupiah.

Hal ini telah dibuktikan warga Ngijon Sleman, Kadam AR yang membudidayakan tanaman alpukat mentega di halaman rumahnya. Selain itu dia juga menanam beberapa tanaman buah dalam pot (tabulampot) seperti belimbing, jambu dan jeruk di belakang rumahnya. Ia pun bersyukur, sebagian tanaman buahnya sudah mampu rutin berbuah, baik yang ditanam di tanah langsung maupun pot.

“Bahkan panenan alpukat mentega, sebagian bisa kami jual. Pernah ditebas pedagang buah. Pernah juga kami panen sendiri lalu dibawa ke pemilik kios buah,” jelas Kadam kepada Merapi, baru-baru ini.

Sebelum alpukat mentega, ia pernah menanam jenis alpukat lain. Hanya saja rasanya kurang mantap, warna setelah masak kecokelatan dan ukurannya lebih kecil. Pensiunan Pegawai Negeri Sipil itu tertarik menanam pohon alpukat mentega setelah mencicipi buahnya. Saat membeli alpukat mentega, ia merasakan rasa daging buahnya jauh lebih mantap. Dia pun membenihkan biji tersebut dan akhirnya bisa tumbuh dengan baik.

Menurutnya umur tanaman alpukat antara empat sampai lima tahun sudah mampu berbuah dengan rutin. Faktor kesuburan tanah, lokasi yang tenggar atau mendapat banyak sinar matahari cukup berpengaruh.

“Tanaman alpukat senang tumbuh pada tanah yang subur dan gembur. Tapi tidak bagus jika sampai ada air menggenang di sekitar tanaman. Kalau terlalu lembab malah gampang bacek atau mudah mati,” ucapnya.

Untuk memperbanyak alpukat mentega dia menjelaskan dapat menerapkan model cangkok, okulasi maupun biji. Hanya saja sampai saat ini belum ada keinginan memperbanyak dalam jumlah banyak. Jika ada pihak yang tertarik memperbanyak, ia baru banyak menyarankan model menggunakan biji. Pasalnya ia sudah pengalaman, baik biji alpukat ditanam langsung di tanah atau model disemaikan terlebih dulu.

“Jika cukup ditanam di tanah langsung, sebaiknya memilih tempat yang terkena sinar matahari. Selanjutnya tanah digali seukuran biji alpukat. Ketika tak sering terkena hujan, tempat menanam biji rutin disiram. Tapi jangan sampai tergenang air agar biji tak busuk,” tutur Kadam.

Lain halnya jika ingin disemai dulu, biji alpukat ditempatkan dalam wadah yang berisi air dengan memerhatikan posisi bagian atas dan bawah biji alpukat tersebut. Biji alpukat hanya terendam setengah bagian saja, bagian yang keluar akar di bawah. Ketika air berkurang, maka ditambah air hingga biji tetap terendam setengah bagian saja.
Rata-rata biji mulai terlihat retak sekitar dua sampai tiga minggu dan akar terlihat mulai tumbuh sekitar tiga sampai empat minggu. Jika akar sudah mencapai minimal lima centimeter, bibit alpukat bisa dipindahkan di wadah lain dengan media tanah campur pupuk kandang atau ditanam di tanah langsung

Dia mengutarakan hobi bercocoktanam buah maupun tanaman hias dapat menjadi hiburan tersendiri. “Bercocok tanam juga menjadi sarana untuk mengerakkan badan atau olahraga dan mengisi waktu luang,” imbuhnya. (Yan)

 

Read previous post:
DARI KUTHAGEDHE, MATARAM ISLAM BERJAYA (10-HABIS) – Kuthagedhe Destinasi Sungguh Elok

Kotagede atau Kuthagedhe kini menjadi destinasi wisata yang amat menarik bagi wisatawan mancanegara maupun wisdomes. Bukan hanya karena terdapat situs-situs

Close