KUCING SEHAT TANPA PENYAKIT – Jaga Kebersihan dan Beri Pakan Berkualitas

MERAPI-SULISTYANTO Ummi R dan kucing kesayangannya.
MERAPI-SULISTYANTO
Ummi R dan kucing kesayangannya.

PENGGEMAR satwa kucing cukup mudah ditemukan di masyarakat. Jenis kucingnya mulai dari kampung (domestik) sampai ras. Suatu hal membahagiakan bagi hobiis kucing, jika satwa klangenannya tampil sehat-sehat tanpa ada suatu penyakit.

Kiat yang dapat diterapkan agar kucing-kucing tampil sehat, misalnya menjaga kebersihan kandang, tempat makan minum maupun kebersihan satwa bersangkutan. Tak ketinggalan pemberian pakan-pakan berkualitas. Hal ini pun diterapkan hobiis kucing Ummi Rahma yang senang memelihara kucing ras sejak sekitar empat tahun lalu.

“Jenis pakan berkualitas bisa berasal dari pakan-pakan buatan pabrik. Kami sendiri rutin memberi pakan kering, secara berkala diberi juga pakan basah buatan pabrik,” jelas Rahma kepada Merapi, baru-baru ini.

Kebetulan ia dan suaminya mempunyai usaha petshop MU yang berada di Jalan Monjali, Jalan Godean serta Seturan. Semua menyediakan aneka jenis pakan kucing berkualitas, obat-obatan sampai aneka asesoris. Sehingga pakan yang dipilih buatan perusahaan ternama. Apalagi suaminya, Martin, juga sering diundang mengikuti acara-acara yang digelar perusahaan tersebut. Selain diberi pakan berkualitas, kucing-kucingnya rutin juga divaksinasi serta grooming (dimandikan).

“Alhamdulillah, kami sekeluarga juga sehat-sehat. Penting diterapkan, perlu cuci tangan setelah memegang kucing maupun memakai masker ketika membersihkan kotoran kucing di bak pasir,” ungkap ibu dari dua anak ini.

Sementara itu H Khamsani yang tinggal di kawasan Jalan Kaliurang Sleman pun merasa senang dengan satwa kucing. Agar kucing serta pemiliknya tetap bisa sehat, perlu ada beberapa kiat yang diterapkan sehingga bisa terhindar dari gangguan kesehatan. Usaha untuk menjaga ataupun meningkatkan kekebalan tubuh penting dilakukan. Termasuk di antaranya makan-makanan bergizi/berkualitas, istirahat cukup sampai menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini berlaku bagi pemilik satwa serta satwa yang dipelihara, misalnya kucing.

“Satu di antaranya dikenal adanya penyakit toxoplamosis atau yang sering disebut toxo. Ini adalah penyakit yang berasal dari parasit yang bernama Toxoplasma gondii. Penyakit ini dapat berkembang biak di tubuh hewan berdarah panas seperti kucing, kambing, kelinci dan babi yang memakan daging mentah yang terkontaminasi di dalam unggas,” paparnya.

Maka hewan yang telah memakan daging yang terkontaminasi parasit  ini, sebut Sani, akan berkembang biak di dalam tubuh kucing. Begitu terinfeksi, parasit dapat berlipat ganda dalam ususnya sehingga menghasilkan tinja yang mengandung telur ookista yang menyebabkan infeksi, diare ringan dan hilang nafsu makan adalah gejala umum bagi kucing yang terinfeksi toxoplasma. Cara parasit T. Gondii masuk kedalam tubuh manusia dengan cara tidak menggunakan sarung tangan saat berkebun/memegang tanah,  mengonsumsi daging mentah atau setengah matang, tak mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang makanan, tak mencuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi, meminum susu kambing non-pasteurisasi atau produk-produk yang terbuat darinya. Pada umumnya penyakit toxoplasmosis adalah penyakit yang termasuk ringan dan dapat sembuh sendiri dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat. (Yan)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Lena Lolos ke Special Olympic Dunia

KARANGANYAR (MERAPI) - Atlet bulu tangkis berkebutuhan khusus asal Kabupaten Karanganyar, Lena Kartika Sari (17) lolos pada kompetisi Pornas VIII

Close