PEMBUATAN ‘POPOR’ SENAPAN ANGIN – Dari Hobi Berburu Datangkan Rezeki

MERAPI-SULISTYANTO Tahap pembuatan checkering set pada popor senapan angin.
MERAPI-SULISTYANTO
Tahap pembuatan checkering set pada popor senapan angin.

MENGGELUTI sesuatu berdasarkan hobi atau kesenangan rupanya bisa mendorong kreativitas. Seperti Satoto Purno S yang senang berburu satwa menggunakan senapan angin. Dia pun mencoba membuat popor atau gagang senapan angin sendiri tanpa perlu membeli produk buatan pabrik. Namun siapa mengira senapan angin buatannya itu kini mendatangkan rezeki karena dipesan para penghobi berburu satwa sampai untuk kebutuhan lomba menembak.

Satoto Purno S sudah menerjuni pembuatan popor senapan angin sejak awal 2010 silam. Sebelumnya, dia biasa membuat senapan sendiri karena kesenangannya berburu satwa seperti tupai biawak dan musang bersama teman-temannya.

“Beberapa teman awalnya yang memesa. Dalam perkembangannya pesanan popor senapan angin bisa semakin meningkat. Saya juga mengajak salah satu teman yang masih menganggur untuk membantu sampai sekarang ini,” ucap Totok Popor sapaan akrab Satoto.

Ditemui di rumahnya kawasan Patukan Sleman, baru-baru ini, Totok menjelaskan untuk membuat popor senapan angin dipilih jenis kayu dengan kriteria ringan serta wulet alias kuat dan awet. Selain itu akan lebih bagus kayu yang mempunyai tekstur serat atau motif. Jenis kayunya seperti kayu mangga, selain ringan dan wulet juga mempunyai motif semburat maupun blirik (tiger wood). Ada lagi kayu waru yang juga dikenal ringan serta wulet, namun tekstur seratnya biasa.

“Kayu sungke juga ada yang senang, tapi belum banyak yang memilih. Sedangkan sonokeling, punya motif bagus, tapi agak berat dan semakin susah mencarinya. Saya biasa membeli bahan kayu di tempat-tempat usaha penggergajian kayu,” beber Totok.

Menurutnya, konsumen pemesan popor senapan tak hanya yang gemar berburu, namun ada juga senapan untuk lomba menembak. “Popor senapan untuk lomba biasa lebih rumit pengerjaannya, sebab disesuaikan dengan mesin-mesinpendukung senapan serta kenyamanan pemakai,” ujarnya.

Pengerjaan popor yang rumit membuat harganya semakin mahal. Saat ini harga popor senapan karyanya dibanderol mulai Rp 500.000 sampai Rp 2 juta perunit. Untuk popor yang bagian pegangan diberi checkering set seperti batikan akan menambah harga juga kisaran Rp 300.000 perunit.

Dengan diberi checkering set, pegangan popor menjadi tidak licin dan bisa menjadi hiasan tersendiri. Untuk membuatnya butuh satu set pahat khusus. Sedangkan piranti/alat lain untuk membuat popor, antara lain ada bor milling (pengganti pahat), gerinda, gergaji serta mesin bubut. “Khusus pengerjaan checkering set biasa saya kerjakan sendiri,” imbuh Totok.

Untuk pemasarannya selain melalui teman-temannya, di juga memanfaatkan pemasaran online sehinggga pemesan dari luar daerah semakin bertambah. Sebagian ada yang datang juga ke rumahnya, namun ada juga tanpa perlu datang. Adapun konsumen pemesan popor senapan angin dari luar daerah seperti asal Surabaya, Bogor, Tasikmalaya, Jakarta dan Bandung.

“Pesanan cukup dengan foto bentuk popor dan pengiriman barang lewat jasa paket, lalu pembayarannya transfer lewat rekening bank. Kebetulan istri yang bekerja di bidang swasta biasa ikut membantu memasarkan,” urainya. (Yan)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PERPUSTAKAAN YOGYA-KRATON YOGYAKARTA JAJAKI KERJASAMA – Perkaya Materi Lokal ‘Aleksa’

KEBERADAAN Perpustakaan Banjar Wilopo Kraton Yogyakarta dengan koleksi naskah kuno menjadi perhatian. Koleksi itu dinilai bisa memperkaya layanan Ada Koleksi

Close