DIUSULKAN KANDIDAT PENERIMA KALPATARU DIY – Samidjan Sulap Sampah Jadi Tokoh Wayang

MERAPI-ISTIMEWA Samidjan menunjukkan beberapa koleksi wayang hasil kreasinya dengan bahan baku sampah plastik bertesktur keras.
MERAPI-ISTIMEWA
Samidjan menunjukkan beberapa koleksi wayang hasil kreasinya dengan bahan baku sampah plastik bertesktur keras.

SIAPA mengira sampah plastik yang biasanya dibuang begitu saja bisa memiliki nilai seni. Namun berkat kreativitas dan jeli melihat peluang sampah plastik, Samidjan mampu membuktikannya. Dia memanfaatkan sampah plastik bertekstur keras menjadi karakter wayang. Berkat kreasinya memanfaatkan limbah sampah itu dan keaktivannya di bank sampah dia diusulkan menjadi kandidat penerima penghargaan Kalpataru tingkat DIY.

Pemilihan limbah plastik sebagai bahan pembentuk karakter wayang, ditemukan Samidjan secara tidak sengaja. Saat tetangga rumah tengah membongkar rumah dan banyak limbah plastik yang akan dibuang dia pun mulai berpikir memanfaatkannya.

“Saat itu, ada lembar plastik bekas pagar rumah yang siap dibuang, dan saya berpikir, andai limbah itu saya bentuk menjadi karakter wayang, tentu akan lebih awet,” tutur Samidjan warga Karangwaru Lor, Kecamatan Tegalrejo itu belum lama ini.

Dia mulai memanfaatkan limbah plastik keras menjadi karakter wayang sejak tahun 2011. Sampah-sampah plastisk bertekstur keras dia bentuk menjadi berbagai tokoh wayang dengan beragam ukuran. Mulai dari gunungan sebagai pembuka pagelaran wayang hingga tokoh wayang raksasa.

Bahan baku wayang plastik itu dia daapatkan dari memungut sampah sehari-hari di lingkungan sekitar. Diakuinya upaya yang dilakukanny tidak akan menghentikan kerusakan lingkungan. Apalagi sampah plastik adalah sampah yang akan terurai dalam waktu lama,

“Saya sadar, kreasi wayang libah ini tidak akan menghentikan kerusakan lingkungan. Tapi setidaknya memperlambat kerusakan lingkungan yang terjadi akibat gaya hidup manusia modern,” ucap Samidjan yang juga aktif sebagai pengurus Bank Sampah di wilayah RT 01 Kelurahan Karangwaru.

Menurutnyaa kreasi wayang yang dihasilkannya dengan memanfaatkan limbah lebih cocok disebut wayang Limbah. Selain karena berbahan baku dari sampah atau limbah, ada makna tersendiri dari kata limbah, yaitu welinge simbah (pesan leluhur), bermakna selalu memelihara keindahan dunia memayu hayuning bawana melalui seni pewayangan.
Berkat aktivtas Samidjan terkati lingkungan itu dia menjadi salah satu tokoh yang diusulkan Kelurahan Karangwaru sebagai calon Penerima Penghargaan Kalpataru Tingkat DIY kategori Perintis Lingkungan. Untuk diketahui, Kalpataru adalah penghargaan yang diberikan kepada perorangan atau kelompok, atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di wilayahnya. Beberapa waktu lalu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY berkunjung ke rumah pengrajin wayang limbah, Samidjan untuk tmelakukan tahapan seleksi penerima penghargaan Kalpataru Tingkat DIY Tahun 2018.

Samidjan dinilai berhasil merintis pengembangan sekaligus melestarikan fungsi lingkungan hidup. Selain itu, aktivitas tersebut merupakan kegiatan yang sama sekali baru, bagi daerah atau kawasan tempat ia tinggal.

Pengurus BKM Tridaya Waru Mandiri Karangwaru Subandono mengatakan untuk mendukung kreasi Samidjan agar lebih dikenal masyarakat, setiap kegiatan yang diadakan oleh komunitas Karangwaru Riverside selalu melibatkan Samidjan dengan wayang limbah karyanya. Termasuk saat launching Yogya Semesta Masuk Desa, beberapa waktu lalu, karya wayang kreasi Samidjan turut dipamerkan dalam acara itu. (Tri)

 

Read previous post:
Mantapkan Pancasila, Idham Samawi Sajikan Seni Budaya Sehari Semalam

PIYUNGAN (MERAPI) - Ribuan warga Piyungan berdesakan di depan panggung megah dengan videotron bertulis Resepsi Wong Cilik, Jumat (22/6). Masyarakat

Close