COCOPEAT SEBAGAI PUPUK MAUPUN MEDIA TANAM – Lebih Ramah Lingkungan dan Tahan Hama

MERAPI-SULISTYANTO Cocopeat dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk maupun media tanam.
MERAPI-SULISTYANTO
Cocopeat dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk maupun media tanam.

BAGI hobiis bidang tanaman atau senang bercocoktanam nama cocopeat sudah tak asing lagi. Bahan alami hasil olahan dari sabut maupun batok kelapa ini dapat dijadikan sebagai pupuk maupun media tanam.

Keunggulan dari cocopeat antara lain lebih ramah lingkungan, sebab terbuat dari bahan organik serta dapat terdegradasi dalam tanah dengan baik, jika sudah tak digunakan. Selain itu cocopeat dengan proses tertentu bisa didaur ulang kembali menjadi media tanam baru. Bahkan beberapa jenis hama seperti yang berasal dari tanah tak suka berada dalam cocopeat.

“Digunakan sebagai pupuk maupun media tanam cukup mudah diterapkan, misalnya cukup dicampur dengan bahan-bahan lain seperti kotoran ternak. Harga cocopeat juga lebih terjangkau,” papar salah satu tim Mapala ‘Caravan Farm’ Fakultas Peternakan (Fapet), Dwi Sediantoro kepada <I>Merapi<P>, baru-baru ini.

Jika digunakan sebagai pupuk, lanjutnya, cocopeat bisa dipadu jenis kotoran ternak seperti sapi, ayam dan kambing. Dengan perbandingan pas diharapkan mampu memberi nutrisi pada tanaman. Selain lebih ramah lingkungan, semua jenis tanaman terlebih aneka tanaman hias termasuk bonsai bisa tumbuh dengan baik serta minim atau malah bebas hama/penyakit.
Cocopeat pun dapat dijadikan sebagai campuran media tanam. Bahkan untuk hidroponik (bercocoktanam tanpa tanah), penggunaan cocopeat diyakini bisa memiliki daya serap air yang cukup tinggi dan dapat menyimpan air dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang ditampung dalam tanah. Cocopeat dapat menyimpan dan mempertahankan air 10 kali lebih baik dari tanah dan hal ini sangat baik tentunya bagi tanaman yang tumbuh dengan sistem hidroponik. Karena dapat menjaga air dengan baik, akar tanaman tidak mudah kering dan dapat terhidrasi dengan baik.

“Teman kami dari tim Mapala bisa mendapatkan cocopeat dari Kebumen. Ketika dijadikan sebagai pupuk organik dapat dipadu dengan kotoran ternak seperti sapi,” tegas Toro.
Adapun tahapan cocopeat, misalnya dijadikan media tanam untuk hidroponik, secara garis besar sabut kelapa yang sudah digiling dan menjadi serbuk dikeringkan terlebih dahulu. Jika menjemurnya di terik matahari, rata-rata cukup satu hari untuk mengeringkan serbuk sabut kelapa tersebut. Trik ini dimaksudkan agar kadar air yang ada di dalam serbuk sabut kelapa berkurang. Setelah serbuk sabut kelapa kering, segera disusul proses pengayakan. Jika tak mempunyai mesin pengayak bisa mengayaknya secara manual. Ayakan serbuk sabut kelapa tadi sering disebut juga dust. Bahan ini sebenarnya sudah dapat dijadikan bahan pupuk maupun campuran media tanam. Lain halnya jika akan dijadikan media hidroponik, dapat dipres menggunakan mesin atau bisa juga secara manual. Hasilnya bisa menjadi blok-blok kecil. (Yan)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
LAKUKAN PENINJAUAN SASARAN FISIK TMMD KODIM YOGYA – Tim Wasev Kodam Diponegoro Berikan Apresiasi Positif

UNTUK mengetahui secara langsung sejauh mana pelaksanaan sasaran fisik yang telah dilaporkan dan dipaparkan di Posko TMMD ke-101 Kodim 0734/Yogyakarta,

Close