HADIR DI CONDONGCATUR: Bakso Kuning Gading Obati Kerinduan Pelanggan

MERAPI-AWAN TURSENO
Abidin (dua dari kiri) dan Zainuddin Tauchid (dua dari kanan) foto bersama di rumah makannya,

BAGI masyarakat Yogyakarta terutama penggemar makan bakso, tentu tidak asing lagi dengan warung bakso Kuning Gading. Cita rasa khas yang dimiliki menjadikan bakso Kuning Gading disukai konsumen terutama pada era 1980-216.
Sayangnya, warung yang buka di Jalan Abu Bakar Ali, Kotabaru, Yogyakarta ini harus berpindah-pindah lokasi. Bahkan saat pandemi Covid-19, usaha yang dirintis Abidin (68 th) ini terpaksa berhenti.

Namun, bakso legendaris dengan tiga varian rasa yaitu bakso urat, babat dan suwir ayam ini mulai buka kembali untuk mengobati kerinduan pelanggan yang selama ini tidak dapat merasakan cita rasanya. Berlokasi di bilangan Jalan Asem, Condongcatur, Depok, bakso Kuning Gading tidak hanya berdiri sendiri. Tetapi telah berubah menjadi rumah makan dengan menyediakan menu lain seperti burger dan nasi mangut lele.

Saat ditemui di rumah makannya, Abidin menjelaskan, usahanya sudah ditekuni sejak tahun 1981-1984. Ketika itu masih dijajakan dengan gerobak dorong keliling kampung. Setelah memiliki modal untuk sewa tempat, dibukalah warung bakso Kuning Gading.
“Karena saya memiliki modal untuk membuka warung, tahun 1984-2016 saya sewa tanah di Jalan Abu Bakar Ali. Nama Kuning Gading saya ambil dari warna gerobak bakso ketika dipakai untuk jualan keliling. Saat itu, pembeli menyebut bakso Kuning Gading,” kisah Abidin, Jumat (7/8).

Bukan hanya menyediakan bakso, tetapi pada saat itu menjajakan kelapa muda sebagai pelengkap. Kala itu, dalam sehari mampu menjual bakso dan es kelapa muda hingga mencapai 600 porsi per hari.
Sayangnya, lokasi tersebut kontraknya tidak dapat diperpanjang. Sehingga harus berpindah pindah yakni ke Jalan dr Sutomo dan pindah lagi di wilayah Jombor, Mlati.

Kini, bakso Kuning Gading buka kembali kerja sama dengan Zainuddin Tauchid, pemilik usaha cuci mobil dan rumah makan.
“Di sini saya kerja sama dengan pak Zainuddin untuk melengkapi menu rumah makannya,” kata Abidin.
Zainuddin Tauchid menambahkan, rumah makan yang digeluti ini sebenarnya sudah dibuka sejak dua tahun lalu bersamaan dengan usaha cuci mobil. Tetapi karena menunya kurang lengkap, pihaknya menggandeng bakso Kuning Gading.

“Kalau menunya macam-macam, masyarakat menjadi lebih tertarik. Begitu pula yang mencuci mobil maupun motor di tempat kami, sambil menunggu dapat singgah di sini sambil menikmati bakso, mangut lele maupun burger,” ungkapnya. (Awn)

Read previous post:
permukiman warga di Balirejo Muja Muju yang telah dipangkas secara mandiri untuk mendukung penataan kawasan kumuh di bantaran Sungai Gajah Wong
309 Rumah Tak Layak Huni di Kota Yogya Diperbaiki Tahun Ini

Close