60 Menu Khas Indonesia Hadir di Grand Inna Malioboro

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Grand Inna Malioboro memperkenalkan Indonesia Authentic Menu yang terdiri 60 pilihan menu khas Indonesia yang disajikan dengan standar internasional.

Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Iswadi Said mengatakan, pihaknya memiliki kewajiban mempertahankan kearifan lokal dan budaya melalui kuliner khas Indonesia.

“Terselip satu beban untuk mempertahankan kearifan lokal melalui culinary dengan aneka macam makanan khas Indonesia dari Sabang hingga Merauke yang dikemas dengan standar domestik maupun Internasional sebab tamu beragam bukan hanya dari domestik saja,” ungkapnya saat memperkenalkan menu, Sabtu (26/10) di Grand Inna Malioboro Hotel.

Indonesian Authentic Menu diprakarsai oleh Chef profesional, Vindex Tengker yang dimasak secara profesional dengan bumbu rempah khas Indonesia, dikemas dengan tampilan menarik dan unik.

Parade menu tradisional Indonesia Authentic Menu di Grand Inna Malioboro, Sabtu (26/10). (HARIAN MERAPI-WULAN YANUARWATI)

General Manager Grand Inna Malioboro, Ni Komang Darmiyati mengatakan ciri khas dan bahan dasar menjadi perbedaan dari tempat lain, sehingga tetap mempertahankan ciri khas dari menu itu sendiri.

“Misalnya menu pedas tidak akan disesuaikan, akan tetap disajikan pedas sesuai aslinya. Selain itu dalam satu sajian dapat berfantasi makan dari berbagai kepulauan di Indonesia,” ungkapnya.

Memang beberapa waktu lalu makanan Indonesia sempat dinomorduakan, namun dalam 5 tahun terakhir makanan Indonesia mulai naik daun. Banyak dicari sehingga hotel bintang 5 pasti ada corner menu Indonesia.

Acara launching ditandai dengan parade menu tradisional dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara dan Bali. Dilanjutkan pemotongan tumpeng nasi campur khatulistiwa sebagai lambang dari perpaduan menu yang ada di Indonesia. Selanjutnya dapat dinikmati para tamu setiap hari mulai pukul 11.00 WIB hingga 24.00 WIB. (C-4)

Read previous post:
Kompetisi Puter Makin Moncer

SEMANGAT melombakan burung anggungan jenis puter pelung kian meningkat. Ketika digelar lomba bergengsi, tak jarang peserta dari berbagai daerah berusaha

Close