Sajian Geblek Aneka Rasa

MAKANAN khas Kulonprogo, geblek, selama ini banyak dikenal dengan cita rasa gurih. Namun di tangan Clara Yanti Suryani (40), kita bisa menikmati camilan tersebut dengan beragam varian rasa, mulai dari tuna, tenggiri hingga udang.

Berbeda dengan geblek yang beredar di pasar-pasar, geblek produksi Yanti dikemas dengan wadah menarik. Produk tersebut diberi nama Mr Telo, karena dibuat dengan bahan baku tepung singkong.

“Kita mau nama yang enak didengar dan ada sangkut pautnya dengan produk geblek ini. Jadi langsung kepikiran Mr Telo,” kata Yanti saat memamerkan produknya belum lama ini.

Bersama suami, Supriadi, Yanti mulai merintis usaha produksi geblek Mr Telo ini pada 2015. Awalnya, geblek hanya diproduksi di kediamannya, Klepu Banjararum Kalibawang dengan rasa original tanpa kemasan khusus. Yanti bahkan harus bekerja keras menjajakan geblek tersebut di pasar-pasar.

Selang beberapa waktu, Yanti kemudian mengikuti pelatihan bisnis bersama para pelaku UMKM lain di DIY. Di sana, ia diajarkan banyak hal yang bisa dilakukan untuk pengembangan produk, termasuk sajian kemasan dan varian rasa. Yanti pun tertarik untuk mempraktikkan.

“Kemudian kami buat varian rasa geblek dengan seafood yakni ikan tuna, tenggiri dan udang. Namun, rasa original tetap kami produksi,” terang Yanti.

Beragam varian rasa geblek dibuat Yanti supaya cita rasa camilan tersebut tidak monoton. Tak tanggung-tanggung, ia bahkan berani menggunakan bahan tambahan sea food hingga 30 persen dari produk gebleknya. Inovasi dan tindakan coba-coba yang dilakukan Yanti pun membuahkan hasil. Ia berhasil membuat geblek dengan beragam varian rasa yang lezat.

Demi mendukung pemasaran produk ini, Yanti menggunakan kemasan kedap udara. Tidak adanya udara dan bakteri membuat geblek Mr Telo bisa tahan hingga enam hari di suhu ruangan, bahkan sampai tiga bulan di dalam freezer. Alat pendingin memang menjadi andalan Yanti untuk mengawetkan produknya agar bisa digunakan sebagai oleh-oleh. Harga jualnya Rp 12.000 per kemasan untuk yang original serta Rp 18.000 per kemasan untuk yang bervarian rasa ikan.

“Karena awet, produk kami bisa dipasarkan sampai luar Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, Ambon bahkan luar negeri yakni Malaysia, Singapura, Qatar dan Timur Tengah. Tapi kita memang belum ekspor, hanya kita kirim lewat teman yang tinggal di sana,” terang Yanti.

Saat ini, produksi geblek Mr Telo sudah lumayan banyak. Dalam lima hari, Yanti bisa menghabiskan 1,5 hingga 2 kuintal tepung singkong untuk dibuat geblek. Selain rasa, Yanti mengklaim produknya empuk lebih lama, tidak keras, lebih gurih dan tidak alot. Ia pun membeberkan cara menggoreng geblek yang benar agar tidak meletup.

“Pertama, minyak dimasukin wajan, kemudian masukkan geblek, baru hidupin api kecil. Setelah itu dibolak-balik sampai mengembang, baru apinya dibesarin supaya kering, lalu diangkat,” jelasnya.

Yanti mengakui selama ini cukup banyak masyarakat yang salah menggoreng geblek sehingga hasilnya tidak maksimal. Ia kemudian menyampaikan tips cara menggoreng geblek di setiap kemasan Mr Telo. (Unt)

Read previous post:
KB/TKA NAD Kotagede Ikuti Pameran Pendidikan

PULUHAN sekolah mulai jenjang TK hingga SMP mengikuti Pameran Pendidikan yang diadakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta di Taman Pintar

Close