GrabFood Hadirkan Pempek Ny. Kamto

MERAPI-WULAN YANUARWATI Generasi Kedua Pempek Ny. Kamto, Wiliana.
MERAPI-WULAN YANUARWATI
Generasi Kedua Pempek Ny. Kamto, Wiliana.

SLEMAN (HARIANMERAPI.COM) – Bagi pecinta kuliner Nusantara, kini GrabFood hadirkan pempek Ny. Kamto dengan kuah yang legendaris karena dapat diukur sendiri tingkat kepedasan dan kemanisannya. Pecinta pedas dapat menambahkan kuah pedas dengan level yang diinginkan, bagi pecinta manis jangan kuatir karena kuah manis selalu disediakan di setiap meja.
Generasi Kedua Pempek Ny. Kamto, Wiliana mengatakan selain kebebasan yang diberikan pada kuah pempek yang dijual, pihaknya menjamin kualitas dari Pempek itu sendiri, selain itu dapat dengan mudah dipesan di aplikasi GrabFood.

“Sejak bermitra dengan GrabFood, penjualan meningkat dan pembeli lebih bervariasi, bahkan wisatawan dengan mudah memesannya dari kamar hotel untuk oleh-oleh,” ujarnya saat ditemui oleh Merapi beberapa waktu lalu.
Teknologi digital memang memberi kemudahan bagi beberapa sektor kehidupan termasuk para pecinta kuliner yang dimanjakan dengan promo dan kemudahan transaksi dalam pembelian kebutuhan makanan. Meski demikian kualitas produk makanan harus terus ditingkatkan.

“Pemilihan bahan terjamin kualitasnya karena kami memesan ikan yang sudah dibekukan di tengah laut sehingga masih segar dan bakteri tidak berkembang saat tiba di darat,” jelasnya

Harian Merapi berkesempatan untuk mencicipi menu kapal selam yang menjadi favorit pembeli, dengan es teh sebagai pendamping. Ada 2 kuah pedas dan manis yang disajikan di setiap meja. Kuah pedas yang kental cocok sekali di lidah pecinta pedas, sesekali menyeruput es teh kental sebagai peredam pedasnya kuah di lidah.

Memang harga yang dibandrol tidak terlalu mahal, dengan kisaran Rp 9 ribu hingga Rp 16 ribu, penikmat kuliner Nusantara dapat menikmati makanan asli palembang ini.

“Harganya terjangkau bukan berarti kualitas biasa saja, kami mengutamakan kuantitas yang banyak sehingga kualitas bahan bisa tetap dipertahankan,” papar perempuan yang biasa dipanggil Lina.

Ia bercerita bagaimana usaha Pempek Ny. Kamto berdiri hanya dengan modal seadanya dengan 1 meja lipat dan 4 kursi lipat di tahun 1984, dan kini sudah buka cabang di 7 kota besar di indonesia.

“Mamah yang asli Palembang menikah dengan orang Jogja, suka masak dan berbagi, lama-lama buka warung dan antusias begitu tinggi, itulah kenapa makanan Palembang bisa hadir di Jogja. Kami sudah generasi kedua dan akan tetap mempertahankan keaslian Pempek khas Ny. kamto,” jelasnya saat ditanya mengapa Pempek Palembang bisa terkenal di Yogyakarta.

Penasaran dengan kuah pedas dan manis yang bisa kamu ukur sendiri tingkat keenakannya sesuai lidah? Yuuk bisa dipesan di GrabFood atau datang langsung ke Cabang Pempek Ny. Kamto terdekat. (C-4)

MERAPI-WULAN YANUARWATI Kuah Pempek Ny. Kamto yang kental dan dapat diukur sendiri cita rasanya.
MERAPI-WULAN YANUARWATI
Kuah Pempek Ny. Kamto yang kental dan dapat diukur sendiri cita rasanya.

Read previous post:
ilustrasi
Maling Amatiran

INI peringatan bagi pemilik konter HP untuk lebih berhati-hati. Ada maling yang berpura-pura sebagai pembeli, namun begitu penjaga konter lengah,

Close