Tiwul Instan Awet Tujuh Bulan

MAKANAN tradisional berbahan singkong jenis tiwul, tak bisa disimpan dalam waktu lama. Dalam suhu ruangan hanya tahan satu hari saja. Namun di tangan wirausaha Kulonprogo, Yuliana (42), tiwul dibuat kering hingga bisa tahan atau awet selama sekitar tujuh bulan.

Belum lama ini, produk tiwul kering dengan nama tiwul instant dipamerkan Yuliana dalam acara lomba cipta menu dan festival pangan lokal di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo. Warnanya ungu, sebab pewarnaannya menggunakan ubi ungu.Sebagai wirausaha yang bergerak di bidang boga, ia merasa tertantang dengan maraknya bahan pangan lokal yang belum banyak kreasinya. Terlebih jika dibuat makanan tradisional, tak tahan lama dan kurang diminati generasi muda.

“Seperti tiwul, daya tahannya hanya satu hari. Makanan ini juga tidak banyak dikonsumsi anak muda karena kalah dengan jajanan modern,” jelasnya.

Atas dasar inilah, di rumah produksinya kawasan Pereng Sendangsari Pengasih, Yuliana mencoba membuat tiwul instant. Dengan warna ungu yang cantik, makanan ini dikemas apik untuk menarik minat generasi muda. Cara pembuatannya pun tidak terlalu rumit. Singkong yang sudah dibuat tepung dicampur dengan gula dan garam kemudian diaduk rata. Agar lebih cantik, dicampur dengan ubi ungu sebagai pewarna.

“Adonan ini kemudian dikukus selama 45 menit. Kalau sudah matang, didinginkan di tampah kemudian diputar-putar agar membentuk butiran kasar,” kata Yuliana.

Langkah terakhir adalah penjemuran. Supaya benar-benar kering, diperlukan waktu dua hari untuk menjemur tiwul instant ini. Setelahnya, dikemas menggunakan wadah cantik kemudian diberi label sebelum dipasarkan. 

Nah, bagi pembeli yang ingin mengonsumsi, harus melalui proses masak terlebih dahulu. Tiwul instant di dibasahi menggunakan air, kemudian dikukus selama 10 hingga 15 menit. Tiwul tak perlu diaduk.

“Memang tidak bisa dimakan langsung, harus dimasak dulu,” ucapnya.

Ditanya perihal pemasaran, Yuliana mengaku sudah menjual tiwul instant melalui sejumlah swalayan di Kulonprogo. Melalui asosiasi, produk Kulonprogo ini juga dipasarkan sampai ke Bali, dengan jumlah produksi mencapai puluhan kemasan per minggu. Harga yang dipatok Yuliana untuk tiwul instant juga tidak terlalu mahal. Hanya Rp 15.000 per wadah, dengan ukuran 400 gram. (Unt)

Read previous post:
Korem 072/Pamungkas Gelar Lomba Angklung

DALAM rangka melaksanakan program Komunikasi Sosial (Komsos) kreatif, Korem 072/Pamungkas menggelar lomba musik angklung dan tari kreasi perjuangan serta melukis.

Close