Buah Bit Jadi Kue Kering

TAK banyak masyarakat yang sudah mengenal buah bit, apalagi mencicipi rasanya. Lewat tangan terampil siswi SMA N 1 Imogiri, Bantul, buah berwarna ungu ini disulap menjadi cookies yang tidak hanya renyah dan manis, tapi juga bergizi tinggi.

Dua siswa yang berkreasi membuat bit cookies adalah Nesa Tarisa Septi dan Zahrul Inayah. Keduanya merupakan siswa kelas XII IPA yang sedang menjalankan tugas fiksi bidang boga. Pemilihan cookies sebagai camilan produksinya, lantaran Nesa dan Zahrul ingin lebih memasyarakatkan buah bit.

“Kami ingin memperkenalkan bit karena tidak banyak masyarakat yang familiar dengan buah ini,” kata Nesa saat memamerkan produknya di Kulonprogo, belum lama ini.

Dipilihnya cookies sebagai kreasi olahan bit karena selama ini masyarakat juga enggan mengonsumsi buah ini. Bentuk dan rasanya mirip dengan bengkoang, sehingga ketika hanya direbus saja, masyarakat akan mendapat rasa yang hambar. Padahal, buah ini punya banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari penambah darah, mengandung fosfor, kalium dan protein hingga kaya akan vitamin yang dibutuhkan tubuh.

Setelah dibuat menjadi cookies, masyarakat akan lebih tertarik untuk mengonsumsinya. Sebab selain renyah dan enak, bit cookies juga dibuat dengan bentuk lucu menyerupai bunga berwarna merah muda. Nesa dan Zahrul juga mengemas dalam wadah cantik sehingga konsumen akan tertarik untuk membeli.

“Harganya murah, hanya Rp 2.000 untuk isi lima dengan kemasan mika, serta Rp 15.000 untuk kemasan toples,” jelasnya.

Sejak dipasarkan ke masyarakat melalui kantin sekolah dan warung-warung terdekat, bit cookies buatan Nesa dan Zahrul mendapat sambutan antusias. Cukup banyak yang membeli dan memesan produk ini karena ketagihan dengan rasanya. Mereka juga sekaligus mendapat manfaat dari konsumsi buah bit.

Kepada Merapi Nesa tidak sungkan membeberkan resep bit cookies. Pembuatannya diawali dengan pemotongan buah bit untuk diparut atau diblender. Setelah halus, diambil sarinya untuk dicampur dengan terigu, maizena, telur dan mentega. Adonan ini kemudian dicetak menyerupai bunga.

“Setelah itu dioven sampai matang, baru kemudian dikemas. Tidak butuh waktu lama untuk membuat bit cookies ini,” imbuh Nesa.

Ke depan, Nesa dan Zahrul berencana membuat tepung bit. Dengan demikian, pembuatan bit cookies tidak perlu lagi menggunakan terigu, namun murni menggunakan tepung bit.

“Sejauh ini, tidak ada kendala berarti yang kami temui dalam pembuatan bit cookies. Termasuk untuk mendapatkan bahan utamanya. Meski jarang dijumpai di pasar tradisional, buah bit bisa dibeli di toko-toko besar,” pungkas Nesa. (Unt)

Read previous post:
Menelusuri Sejarah Perkutut

MEMELIHARA maupun menangkarkan burung berkutut, tak hanya sekadar untuk hiburan, prestise maupun mendapatkan tambahan rezeki lewat perkutut. Namun dianggap juga

Close