Tukini Lestarikan Makanan Rengginang

Rengginang dan slondok super mentah siap dipasarkan. (MERAPI-SULISTYANTO)

NAMA rengginang sudah tak asing di masyarakat, yakni salah satu makanan tradisional yang masih eksis sampai sekarang. Rengginang cocok sebagai makanan ringan dengan cita rasa gurih. Tak heran masih ada warga masih berusaha melestarikan makanan tradisional berbahan beras ketan ini.

Hal ini pun dilakukan Tukini warga Panggang Sedayu Bantul. Dia memasarkan rengginang seperti dititipkan ke beberapa warung, sentra penjualan jajanan serta kios oleh-oleh. Saat menjelang Lebaran bisa laris manis terjual.

“Saat ini yang membuat rengginang anak dan menantu saya di Magelang. Di sini saya hanya membantu memasarkan terutama yang masih mentah. Pernah juga memasarkan yang sudah digoreng, tapi kadang merasa repot, jadi lebih memilih memasarkan rengginang mentah,” tutur Tukini saat ditemui di tempat tinggalnya, Selasa (2/7).

Menurutnya, hal penting ketika menggoreng rengginang mentah, yakni minyak gorengnya harus megung atau jumlahnya banyak di wajan, sehingga bisa lebih sempurna mekarnya. Hal ini biasa disarankan setiap ada konsumen datang ke rumahnya langsung. Adapun sosialisasi di tempatnya menyediakan rengginang dan slondok mentah, misalnya dengan memasang tulisan di pinggir jalan. Selain itu ada gethok-tular dan anaknya mempromokan lewat media sosial.

“Sebenarnya saya sendiri juga bisa membuat rengginan berbahan beras ketan. Tapi waktunya yang sering tidak ada, karena saya juga biasa membantu di rumah Bu Bidan dekat sini,” ucap ibu dari tiga anak ini.

Anak dan menantunya yang tinggal di Magelang, sebutnya, biasa datang seminggu sekali ke Sedayu. Bahkan juga sekalian menitipkan di beberapa warung dan toko. Selain rengginang ada juga slondok super mentah berbahan singkong buatan dari teman anaknya. Ketika menyetok yang masih mentah, daya simpannya pun akan lebih awet. Dengan kata lain bisa terhindar dari risiko kadaluwarsa maupun mlempem.

Adapun untuk membuat rengginang antara lain bisa menerapkan resep, menggunakan beras ketan kualitas bagus. Setelah dicuci bersih lalu direndam dalam air selama sekitar satu jam. Tahap selanjutnya, mengukus beras ketan sampai matang dan disisihkan. Lalu menyampur sejumlah bumbu sudah dihaluskan dengan juga garam, gula pasir dan air. Bahan ini diaduk rata dan direbus sampai mendidih, selanjutnya ditambahkan beras ketan dan diaduk sampai meresap. Masih dikukus lagi hingga matang. Kemudian diangkat dan dibentuk (dicetak) sesuai selera dan dijemur sampai kering merata.

“Karena sudah dijemur sampai kering benar, sebelum digoreng tak perlu dijemur lagi. Minyak untuk menggoreng bagusnya dalam jumlah banyak dengan api sedang,” tambahnya. (Yan)

Read previous post:
8 Bulan Beroperasi, OYO Jadi Jaringan Hotel Nomor 1 di Indonesia

JAKARTA (MERAPI) - OYO Hotels & Homes mengumumkan pencapaiannya menjadi jaringan hotel nomor satu di Indonesia dengan mengelola hampir 20.000

Close