Mencicipi Yoghurt Rasa Ubi Ungu

Anis saat memamerkan Yoghurt rasa ubi ungu produksinya dalam event Manunggal Fair. (MERAPI-AMIN KUNTARI)
Anis saat memamerkan Yoghurt rasa ubi ungu produksinya dalam event Manunggal Fair. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

KREASI olahan pangan berbahan dasar ubi ungu kerap dijumpai dalam bentuk roti, es krim, dan bakpia. Di Kulonprogo, ada olahan ubi ungu yang cukup unik, yakni minuman kesehatan berupa yoghurt berbahan baku utama susu sapi tapi dengan rasa ubi ungu.

Perempuan yang menggawangi usaha produksi yoghurt susu sapi dengan rasa ubi ungu ini adalah Anis S Daniar. Berbekal pendidikan di Fakultas Peternakan IPB jurusan Teknologi Hasil Ternak, Anis mampu membuat yoghurt dengan cukup mudah. Terlebih sebelumnya, perempuan berusia 39 tersebut sudah berulang kali mengolah daging, susu dan telur.

“Saya coba bikin yoghurt untuk dipasarkan karena biasanya orang cuma minum yoghurt pabrikan, bukan produksi rumah tangga. Di sini, ubi ungu banyak dijumpai sehingga saya kreasikan yoghurt dengan rasa itu,” kata Anis kepada <I>Merapi<P>, saat memamerkan produk dalam event Manunggal Fair, belum lama ini.

Yoghurt dengan cita rasa asam sedikit manis, merupakan minuman kesehatan yang banyak dibutuhkan. Sejak 2014 lalu, Anis menyajikannya dalam berbagai varian rasa, mulai dari stroberi, melon, anggur, jeruk dan sebagainya. Produk yang paling baru, adalah rasa ubi ungu.

“Ubi ungu ini yang paling <I>fresh<P>. Warnanya ungu dengan cita rasa ubi yang nempel di lidah,” imbuhnya.

Meski bahan yang digunakan terbilang unik, namun Anis mengaku tidak kesulitan dalam proses pembuatannya. Produknya bahkan sudah lolos uji Dosen Stikes dan Kemenkes yang sebelumnya telah meneliti yoghurt susu kambing.

Anis mengklaim, kandungan yoghurt buatannya sangat bermanfaat untuk kesehatan. Minuman ini bisa menyehatkan pencernaan, memperbaiki fungsi empedu dan pankreas, memperbaiki fungsi motorik tubuh dan anti bakteri. Berbagai macam penyakit juga bisa dicegah dengan mengonsumsi yoghurt secara rutin, mulai dari asma, bronkhitis, ambeien, osteoporosis, rematik, tumor, kanker dan sebagainya.

“Setara dengan obat lah,” ujar Anis.

Empat tahun berjalan, usaha produksi yoghurt milik Anis sudah berkembang dengan baik. Saat ini, minuman kesehatan berlabel Firani ini sudah diproduksi sebanyak 70 liter per hari. Tempat produksinya, di Kompleks BBVet wilayah Giripeni, Kecamatan Wates.

Agar bisa dikonsumsi banyak orang di seluruh Indonesia, Anis memasarkan produknya secara online. Minuman tersebut dikemas dengan baik menggunakan styrofoam dan ice gel sehingga bisa tahan enam hari perjalanan.

“Ini nggak pakai bahan pengawet, jadi cuma tahan beberapa jam kalau nggak di kulkas. Harus langsung diminum. Kalau di kulkas bisa dua minggu, sedangkan di <I>freezer<P> lebih awet lagi yakni sampai enam bulan,” jelasnya.

Minuman kesehatan yoghurt ini dijual Anis dengan harga terjangkau, yakni Rp 9.000 per kemasan 200 ml. Sementara untuk rasa ubi ungu sedikit lebih mahal yakni Rp 10.000. Anis mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam menjalankan usahanya, kecuali keterbatasan bahan baku berupa susu sapi murni yang bisa diatasi dengan pemesanan ke sentra produksinya. (Unt)

 

Read previous post:
PSIM ATASI MADURA FC 3-2 – Kemenangan di Akhir Kompetisi

  BANTUL (MERAPI) - PSIM Yogya mengakhiri kompetisi Liga 2 dengan mempersembahkan kemenangan ketika mengatasi tamunya Madura FC 3-2 di

Close