WISATA KULINER OLAHAN TULANG AYAM – Balungan Bumbu Rempah Menggoyang Lidah

 

MERAPI-SULISTYANTO Seporsi balungan ayam (depan), tongseng ayam serta nasi hangat.
MERAPI-SULISTYANTO
Seporsi balungan ayam (depan), tongseng ayam serta nasi hangat.

KULINER dengan masakan berbahan ayam cukup mudah ditemukan. Mulai dari tongseng sampai gulai ayam. Bahkan tulang atau balungan sisa membuat masakan tongseng ayam dapat diolah menjadi balungan ayam. Sisa daging yang menempel pada tulang menjadi keasyikan tersendiri saat menyantapnya. Apalagi dipadu dengan kuah bumbu aneka rempah dan pedas terasa menggoyang lidah.

Salah satu tempat yang menyediakan masakan balungan ayam, yakni di kedai tongseng ayam Mbak Jujuk kawasan Sendowo Mlati serta Jalan Damai Ngaglik Sleman. Meski banyak yang mengakui penggunaan ayam kampung asli lebih lezat, namun masakan balungan itu memakai ayam merah atau ayam petelur apkir. Menurut pengelola lokasi kuliner itu, Andri Purbo, daging jenis ayam ini mempunyai tekstur khas dan lemaknya tak sebanyak ayam potong.

“Ketika dagingnya dibuat tongseng akan menghasilkan tulang-tulang adayang yang masih ada sisa daging. Tulang atau balungan sisa membuat tongseng ini jika dibuang sayang, makanya kami olah menjadi masakan bernama balungan ayam,” kata Andri kepada Merapi, baru-baru ini.

Saat memasaknya pun menggunakan bumbu-bumbu rempah khas membuat tongseng pada umumnya. Rempah yang digunakan, misalnya kunyit, kencur, kunci, jahe, sunti dan cengkih. Santan kelapa yang dijadikan bahan baku membuat kuah pun mampu memberi cita rasa khas tersendiri, terutama rasa gurih alami dari tongseng ayam.

Balungan ayam disajikan dengan lalapan irisan kol dan tomat. Disantap dalam keadaan masih hangat bersama nasi hangat akan lebih mantap dan lezat. Beberapa bumbu atau bahan untuk membuat kuahnya balungan ayam, misalnya ada bawang putih, cabai, ketumbar, garam secukupnya, kecap manis, gula merah, daun salam, daun jeruk purut dan serai.

“Dari satu ekor ayam merah hanya bisa dimasak menjadi empat porsi balungan ayam,” ujar Andri yang mengaku peminat balungan cukup banyak.

Apalagi lokasi kuliner dekat dengan kos-kosan, sehingga harga disesuaikan kantong mahasiswa. Adapun harga balungan ayam tanpa nasi Rp 12.000 perporsi. Lain halnya dengan tongseng maupun gulai ayam tanpa nasi, harganya cukup Rp 11.000 perporsi. Alasan itu pula yang membuatnya menggunakan ayam merah.

“Jika menggunakan ayam kampung, harga masakan akan menjadi mahal. Saat ini harga ayam merah hidup rata-rata Rp 35.000 perkilogram. Sedangkan ayam kampung bisa dua kali lipatnya atau lebih,” ucapnya. (Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KALAHKAN BHAYANGKARA FC 1-0 – Persija Raih Poin Penuh

  BANTUL (MERAPI) - Persija Jakarta meraih poin penuh setelah menang 1-0 atas tamunya, Bhayangkara FC dalam lanjutan Liga 1

Close